Jayapura (ANTARA) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Papua Selatan menegaskan pemerataan layanan pendidikan hingga ke wilayah kampung harus menjadi prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah ini.
Kepala Seksi Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Thamrin Hamzah dalam siaran pers yang diterima di Jayapura, Sabtu, mengatakan setiap anak, termasuk yang berada di daerah terpencil dan kawasan yang mengalami percepatan pembangunan harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang berkualitas.
“Sehingga pemerintah daerah akan terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kampung melalui berbagai program afirmasi,” katanya.
Salah satunya dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak berprestasi dari kampung untuk melanjutkan pendidikan di kota agar memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik.
“Kami ingin memastikan anak-anak yang memiliki potensi tetap mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Karena itu, pemerintah memberikan ruang bagi peserta didik berprestasi dari kampung untuk melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas dan layanan yang lebih memadai,” ujarnya.
Dia menjelaskan pemerintah daerah juga telah menetapkan sejumlah sekolah sebagai proyek percontohan sebagai sekolah penampung bagi peserta didik dari wilayah tertentu, dengan kebijakan tersebut diharapkan dapat memperluas pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Merauke.
Dia menambahkan, keberhasilan pembangunan di Papua, termasuk berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah berjalan di Kabupaten Merauke harus diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat lokal.
“Pembangunan fisik akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila generasi muda Papua dipersiapkan melalui pendidikan yang berkualitas sehingga mampu mengambil bagian dalam berbagai peluang yang tercipta,” ujarnya.
Dia mengatakan pembangunan harus menjadi kesempatan bagi anak-anak Papua untuk meningkatkan kualitas hidup. Karena itu, pendidikan tidak boleh tertinggal dari laju pembangunan.
“Generasi muda, khususnya anak-anak masyarakat adat di kampung, harus dipersiapkan agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan daya saing untuk menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri,” katanya.
Dia juga menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan dana otonomi khusus (otsus) agar benar-benar difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan, pemenuhan tenaga pendidik, pembangunan sarana pendidikan, serta pemerataan layanan pendidikan hingga ke kampung-kampung.
“Melalui pengelolaan dana otsus yang tepat sasaran diharapkan kualitas pendidikan di Merauke terus meningkat. Dengan demikian, setiap anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik dan berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun bangsa,” ujarnya.





