MERAUKE — Pemerintah Kabupaten Merauke meminta Tim Ekspedisi Patriot tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga menghadirkan program pemberdayaan yang dapat meningkatkan kapasitas dan perekonomian masyarakat di lokasi penugasan.
Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Merauke Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Benny Malik, saat mewakili Bupati Merauke dalam penerimaan Tim Ekspedisi Patriot, Rabu (5/8/2026).
Benny menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Transmigrasi dan perguruan tinggi yang mengirimkan tim untuk melaksanakan riset, penelitian, dan pengabdian masyarakat di Kabupaten Merauke. Tim akan ditempatkan di kawasan Salor dan Muting.
“Kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Kementerian Transmigrasi serta perguruan tinggi yang telah mengutus para peserta untuk melakukan riset, penelitian, dan pengabdian di Kabupaten Merauke,” kata Benny.
Menurut dia, kegiatan Ekspedisi Patriot diharapkan mendukung pembangunan daerah melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, industri, ekowisata, dan kampung wisata.
Selama menjalankan kegiatan sekitar empat bulan, tim diminta membangun koordinasi dengan pemerintah distrik dan kampung, aparat wilayah, tokoh adat, pemuda, serta masyarakat yang tinggal di lokasi penugasan.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar program yang disusun sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat, sekaligus dapat disinergikan dengan kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahap sebelumnya.
Benny menekankan bahwa masyarakat lokal harus memperoleh manfaat langsung dari kegiatan Ekspedisi Patriot. Pemuda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah perlu dilibatkan serta didampingi agar mampu mengembangkan potensi ekonomi di wilayahnya.
“Warga, termasuk pemuda dan masyarakat yang memiliki usaha kecil, harus diberdayakan. Kapasitas usaha mereka perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Ia secara khusus meminta tim membantu membangun sistem hilirisasi produk lokal. Pemberdayaan tidak cukup berhenti pada peningkatan produksi, tetapi harus mencakup pengolahan hingga pemasaran.
“Harus ada sistem hilirisasi. Setelah produk dihasilkan, perlu dilanjutkan dengan pengolahan dan pemasaran, meskipun dimulai dari skala mikro, kecil, dan menengah,” kata Benny.
Menurut dia, hilirisasi penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat posisi masyarakat dalam perkembangan ekonomi kawasan. Program yang dirancang juga perlu mempertimbangkan perkembangan sektor perkebunan dan kegiatan usaha lain yang akan berlangsung di Merauke.
Benny berharap pelaksanaan Ekspedisi Patriot tahap kedua dapat memperbaiki kekurangan dan menyelesaikan persoalan yang ditemukan pada kegiatan sebelumnya. Karakteristik wilayah Merauke yang berbeda dengan daerah lain juga perlu menjadi perhatian peserta selama menjalankan tugas.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemerintah Kabupaten Merauke akan mendorong koordinasi dengan kepolisian, polsek, dan aparat di masing-masing wilayah penugasan.
“Keamanan dan kenyamanan tim harus dijaga agar seluruh kegiatan dapat berjalan lancar, aman, dan mencapai tujuan yang diharapkan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim yang memiliki kompetensi di bidang pertanian akan diarahkan pada pengembangan tanaman pangan, peternakan, dan perikanan. Sementara itu, tim lainnya akan mengkaji pengembangan industri, produk lokal, serta kampung wisata.
Benny juga menegaskan bahwa pemberdayaan kawasan transmigrasi harus melibatkan masyarakat lokal. Kolaborasi dengan warga yang telah lama menetap perlu dibangun secara setara agar pembangunan kawasan memberikan manfaat yang lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Merauke berharap Tim Ekspedisi Patriot dapat menghasilkan rekomendasi yang realistis dan dapat diterapkan. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersusunnya laporan penelitian, tetapi dari terciptanya kegiatan ekonomi, meningkatnya kapasitas masyarakat, dan berjalannya program pemberdayaan secara berkelanjutan.










