by

Wagub Papua Selatan Sambut Ekspedisi Patriot IPB, Perkuat Ekosistem Bisnis Padi Merauke

MERAUKE — Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa menyambut kehadiran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University yang akan menjalankan penugasan di Kabupaten Merauke dengan fokus memperkuat ekosistem bisnis pengolahan padi terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Tim akan menjalankan kegiatan selama sekitar empat bulan dengan lokus utama di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga. Penugasan diarahkan untuk mendukung pengembangan produksi benih dan beras konsumsi sekaligus memperkuat nilai tambah ekonomi bagi petani dan masyarakat setempat.

Tim Ekspedisi Patriot IPB University tiba di Bandara Mopah, Merauke, Kamis (6/8/2026), sekitar pukul 08.45 WIT setelah menempuh perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Sesaat setelah tiba, tim berkesempatan bertemu dan berbincang langsung dengan Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa.

Dalam pertemuan tersebut, Paskalis menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Ekspedisi Patriot di Papua Selatan. Ia mendorong tim untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui riset, pengetahuan, dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan untuk bersama-sama membangun Papua Selatan menjadi pengantar bagi tim sebelum memulai rangkaian kegiatan lapangan di Distrik Semangga.

Tim Ekspedisi Patriot IPB University dipimpin Prof. Dr. A. Faroby Falatehan, S.P., M.E., dengan anggota Siti Nurjannah, Arwani Maulida Yusra, Cep Abdul Baasith Wahpiyudin, Fayza Andani, dan Mangatur Ganda Silaban.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB University, Faroby Falatehan, mengatakan pengembangan padi perlu dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem ekonomi. Karena itu, kegiatan lapangan tidak hanya melihat kemampuan produksi petani, tetapi juga menelusuri seluruh rantai usaha dari benih hingga pasar.

“Kami ingin melihat padi sebagai satu ekosistem bisnis yang utuh, mulai dari benih, proses produksi, pascapanen, pengolahan hingga pemasaran. Harapannya, penguatan ekosistem ini dapat mendorong terciptanya nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan masyarakat di kawasan, bukan hanya meningkatkan jumlah produksi,” kata Faroby.

Dalam pelaksanaannya, tim akan memetakan ketersediaan dan produksi benih, pola budidaya petani, kondisi sarana pascapanen, proses pengeringan dan penggilingan, hingga distribusi gabah dan beras.

Kelembagaan usaha dan akses pasar juga menjadi bagian penting dari pemetaan. Sebab, keberlanjutan sektor padi tidak hanya ditentukan oleh besarnya hasil panen, tetapi juga kemampuan pelaku lokal mengolah produksi, memperkuat rantai pasok, membangun kelembagaan ekonomi, dan menghubungkan produk dengan pasar.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kekuatan maupun persoalan pada setiap mata rantai usaha padi di Distrik Semangga.

Kampung Waninggap Kai menjadi salah satu titik penting bagi tim untuk melihat secara langsung dinamika pertanian dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Selama penugasan, tim akan berinteraksi dengan petani, kelompok tani, masyarakat kampung, pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan sektor pertanian di Merauke.

Pengalaman, kebutuhan, dan kondisi riil masyarakat akan menjadi bagian penting dalam penyusunan strategi agar rekomendasi yang dihasilkan tidak berhenti pada pendekatan akademik, tetapi dapat menjawab persoalan yang ditemukan di lapangan.

Hasil pemetaan diharapkan mampu mengidentifikasi potensi, hambatan, serta peluang pengembangan pada setiap bagian rantai usaha, mulai dari produksi benih hingga beras konsumsi.

Temuan tersebut selanjutnya akan menjadi dasar untuk merumuskan strategi penguatan ekosistem bisnis padi yang sesuai dengan karakteristik pertanian Distrik Semangga dan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari upaya Kementerian Transmigrasi melibatkan perguruan tinggi dalam pengembangan kawasan transmigrasi melalui riset, pemetaan potensi wilayah, inovasi, dan pendampingan masyarakat.

Bagi Tim Ekspedisi Patriot IPB University, penugasan di Merauke membawa misi yang lebih luas dari sekadar meningkatkan hasil produksi.

Tantangannya adalah bagaimana padi yang ditanam dan dipanen masyarakat dapat bergerak dalam rantai usaha yang semakin terintegrasi, memiliki nilai tambah, serta memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Dari Kampung Waninggap Kai, tim akan menelusuri rantai tersebut dari sawah, benih, pengolahan hingga pasar.

Harapannya, penguatan ekosistem bisnis yang dilakukan dapat mendorong padi Merauke tidak hanya menjadi komoditas pangan, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberi manfaat semakin besar bagi petani dan masyarakat Papua Selatan.