MERAUKE — Bupati Merauke menerima Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) dalam pertemuan dan diskusi mengenai perkembangan serta arah pembangunan Kabupaten Merauke, Minggu malam, 9 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis pembangunan daerah, mulai dari pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), penguatan sektor pertanian, pendidikan, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga keterlibatan masyarakat adat dan Orang Asli Papua (OAP) dalam proses pembangunan.
Dalam kesempatan itu, MPSI turut menyerahkan kajian mengenai dinamika PSN Wanam dan transformasi sosial masyarakat adat Papua Selatan sebagai salah satu bahan diskusi untuk melihat perkembangan pembangunan Merauke secara lebih menyeluruh.
Bupati Merauke Bapak Yoseph Bladib Gebze menyampaikan bahwa pembangunan perlu diarahkan untuk mencapai hasil yang baik, tetap menghargai masyarakat, serta memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Pembangunan biar berhasil, masyarakat tetap dihargai dan untuk kebermanfaatan jangka panjang juga,” ujar Bupati Merauke.
Diskusi juga menyoroti bahwa pembangunan di Papua memiliki karakter sosial dan budaya yang perlu dipahami secara kontekstual. Kondisi masyarakat, pola kehidupan, serta proses adaptasi terhadap perubahan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan.
Dalam konteks tersebut, pendekatan pembangunan dinilai tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga perlu disertai penguatan kapasitas masyarakat agar mampu beradaptasi, terlibat, dan memperoleh manfaat dari perubahan yang berlangsung di wilayahnya.
Pada sektor pertanian, pembahasan menekankan pentingnya pendampingan yang dapat mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman petani dan kondisi faktual di lapangan. Pengembangan pertanian membutuhkan proses pembelajaran, penguatan keterampilan, serta pendampingan yang berkelanjutan agar masyarakat semakin mampu menjalankan kegiatan produksi secara mandiri.
Bupati Merauke juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk mendukung pembangunan daerah.
“Waktunya kita bekerja sama, tidak bisa bekerja sendiri-sendiri lagi dengan semua kekuatan elemen bangsa yang ada,” ujarnya.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen lainnya dipandang penting agar pembangunan dapat berjalan lebih terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pembahasan turut menyentuh kondisi masyarakat hingga ke tingkat kampung, termasuk kesejahteraan keluarga, pendidikan anak-anak, peningkatan keterampilan, serta kesempatan masyarakat lokal untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang berkembang.
MPSI dalam kesempatan tersebut menyampaikan sejumlah hasil pengamatan dan komunikasi lapangan, termasuk perkembangan di Wanam serta upaya pemetaan kondisi pendidikan dan kebutuhan peningkatan kapasitas masyarakat.
MPSI memandang pembangunan Merauke sebagai proses yang perlu mempertemukan pencapaian target pembangunan dengan penguatan kapasitas masyarakat lokal, sehingga perubahan yang berlangsung dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
Pertemuan antara Bupati Merauke dan MPSI menjadi ruang pertukaran informasi dan pandangan mengenai berbagai peluang, tantangan, serta kebutuhan pembangunan di Kabupaten Merauke.
Diskusi tersebut sekaligus memperkuat pentingnya komunikasi dan kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pembangunan Merauke yang produktif, inklusif, serta tetap berpijak pada kondisi dan kebutuhan masyarakat.











