MERAUKE – Tim 20 Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 IPB University siap mendampingi penguatan sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong pengembangan potensi dan kemandirian masyarakat di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Distrik Semangga menjadi salah satu lokasi penugasan Tim Ekspedisi Patriot IPB University. Kawasan ini memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, hingga usaha olahan masyarakat yang selama ini menjadi penopang aktivitas ekonomi warga.
Sebelum menjalankan rangkaian program, Tim 20 terlebih dahulu melakukan penjajakan dan koordinasi ke sejumlah kampung bersama aparat kampung serta tokoh masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan nyata warga sehingga program pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan nantinya tidak bersifat seragam, tetapi disesuaikan dengan kondisi dan potensi masing-masing kampung.
Program pendampingan akan menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari petani, nelayan, pelaku usaha kampung, ibu rumah tangga, pemuda hingga pelajar.
Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi dapat terlibat langsung sebagai pelaku utama dalam pengembangan potensi ekonomi dan pembangunan kampung.
Hasil penjajakan awal Tim 20 menunjukkan masyarakat Semangga sebenarnya memiliki kreativitas dan kemauan yang kuat untuk mengembangkan usaha.
Di berbagai kampung telah tumbuh beragam produk olahan berbasis potensi lokal, mulai dari ikan asin, keripik singkong dan pisang, kopra, minyak kelapa, terasi, tempe hingga produk rajutan.
Sebagian produk masyarakat bahkan telah dipasarkan hingga ke luar Papua. Namun, potensi tersebut belum berkembang secara maksimal karena masih menghadapi tantangan dalam akses pasar dan pemasaran.
Produk yang sudah mampu dihasilkan masyarakat masih membutuhkan penguatan dari sisi promosi, pengemasan, jaringan pemasaran hingga pemanfaatan kanal digital agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain pemasaran, penguatan kelembagaan di tingkat kampung juga menjadi perhatian.
Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) di sejumlah wilayah masih membutuhkan pendampingan dalam pengelolaannya. Sementara organisasi kepemudaan seperti karang taruna di sebagian kampung juga belum berjalan secara rutin dan optimal.
Di sektor pertanian, keterbatasan bahan bakar untuk alat dan mesin pertanian turut menjadi kendala yang disampaikan masyarakat, meskipun sejumlah peralatan telah tersedia dan sebagian warga sudah mendapatkan pelatihan pengoperasian.
PLT Kepala Kampung Marga Mulya, Sunaryo, menyambut baik rencana pendampingan yang akan dilakukan Tim Ekspedisi Patriot.
Menurutnya, masyarakat sebenarnya sudah memiliki kemauan untuk mengembangkan berbagai produk olahan. Tantangan terbesar adalah bagaimana produk tersebut dapat dipasarkan secara lebih luas.
“Masyarakat di sini sebenarnya tidak diam saja. Sudah ada yang coba-coba olah hasil kebun jadi keripik. Cuma masalahnya selalu sama, produknya sudah jadi tapi bingung mau dijual ke mana. Kalau nanti ada pendampingan soal pemasaran, itu pasti sangat membantu,” ujar Sunaryo.
Sunaryo mengatakan penguatan kelembagaan kampung juga penting agar potensi ekonomi masyarakat dapat dikelola secara lebih baik dan berkelanjutan.
“BUMK di kampung kami juga masih baru jalan 2 tahun, jadi memang masih perlu banyak belajar soal pengelolaannya. Begitu juga karang taruna, sebenarnya ada, tapi belum aktif rutin, baru gerak kalau ada acara-acara tertentu saja. Kami berharap lewat program ini kelembagaan seperti itu bisa lebih hidup lagi,” tambahnya.
Harapan serupa disampaikan Kepala Kampung Matara, Roberto. Ia mengatakan masyarakat di kampungnya telah memiliki produk yang mampu menjangkau pasar di luar Papua.
Salah satunya adalah produk keripik pisang yang telah dikirim hingga Bali. Namun, pemasaran masih berjalan secara terbatas karena masyarakat belum sepenuhnya memahami strategi pemasaran yang lebih luas, termasuk secara digital.
“Di kampung kami ada usaha keripik pisang yang produknya sudah sampai dikirim ke Bali, tapi itu pun jalannya masih pelan-pelan karena kami belum begitu paham cara mengelola pemasaran yang lebih luas, apalagi secara online,” ujar Roberto.
Menurutnya, pengembangan usaha sampingan juga menjadi penting karena sebagian masyarakat bekerja dengan menyesuaikan kondisi musim.
“Warga di sini juga banyak yang kerja tergantung musim, kalau musim kemarau ke laut, musim hujan baru bertani atau berkebun, jadi usaha sampingan seperti olahan ini sebenarnya penting sekali untuk menopang penghasilan mereka,” katanya.
Roberto juga berharap generasi muda dapat semakin dilibatkan dalam aktivitas produktif di tingkat kampung.
“Karang taruna di sini juga sama seperti kampung lain, belum jalan maksimal, biasanya baru terlihat aktif kalau ada perayaan saja. Harapan kami anak-anak muda bisa lebih dilibatkan lagi, supaya semangat mereka untuk berkembang di kampung sendiri bisa lebih terarah,” tambahnya.
Selama masa penugasan, Tim 20 Ekspedisi Patriot IPB University akan melaksanakan berbagai pelatihan dan pendampingan yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Program tidak hanya diarahkan pada penyampaian materi, tetapi juga pendampingan agar pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan secara langsung sesuai dengan kebutuhan masing-masing kampung.
Tim 20 juga akan menghadirkan narasumber yang kompeten sesuai bidang kegiatan sehingga materi yang diberikan dapat memberikan wawasan dan keterampilan yang aplikatif bagi masyarakat.
Pelaksanaan program akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan aparat kampung, penyuluh, pelaku usaha, ibu rumah tangga, pemuda serta pemerintah daerah.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi yang sebenarnya telah tersedia di tingkat kampung.
Dengan kekuatan sektor pertanian, perikanan dan berbagai produk olahan masyarakat yang sebagian telah dikenal hingga ke luar daerah, Distrik Semangga memiliki modal sosial dan ekonomi yang besar untuk terus berkembang.
Karena itu, penguatan SDM menjadi penting agar masyarakat tidak hanya memiliki sumber daya dan alat produksi, tetapi juga semakin mampu mengelola usaha, memperluas pasar, memperkuat kelembagaan serta mendorong regenerasi kepemimpinan di tingkat kampung.
Melalui pendampingan yang konsisten dan berbasis kebutuhan masyarakat, Tim Ekspedisi Patriot IPB University diharapkan dapat ikut mendorong potensi lokal Semangga berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang semakin mandiri dan berkelanjutan.











