by

HUT RI ke-81, KAMMI Merauke Ajak Pemuda Bergerak dan Kawal Persoalan Masyarakat

Merauke – Peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dinilai tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut perlu menjadi pemantik bagi generasi muda untuk meningkatkan kepedulian sekaligus memperkuat gerakan sosial di tengah masyarakat.

Ketua Umum PD KAMMI Merauke, Arham Maulana, mengatakan anak muda memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, peringatan kemerdekaan harus mendorong pemuda untuk lebih peka terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Selama anak muda masih memikirkan nasib bangsanya, selama itu juga bangsa ini akan baik-baik saja,” ujar Arham dalam diskusi refleksi kemerdekaan dikutip dalam keterangannya, Selasa (18/8/206).

Menurutnya, berbagai persoalan masyarakat tidak cukup hanya diamati atau dibicarakan. Generasi muda perlu membangun perspektif yang kuat sekaligus menentukan kontribusi nyata sesuai kemampuan masing-masing.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Arham adalah sektor pendidikan di Merauke. Ia menilai persoalan pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan keberadaan sekolah atau fasilitas pendidikan.

Kondisi ekonomi keluarga, lingkungan sosial, tempat tinggal, hingga kemampuan memenuhi kebutuhan dasar turut memengaruhi keberlangsungan pendidikan anak.

Karena memiliki banyak faktor yang saling berkaitan, penyelesaian persoalan pendidikan membutuhkan pendekatan lintas sektor dan keterlibatan berbagai pihak.

Arham menilai organisasi kepemudaan, mahasiswa, serta elemen Cipayung Plus dapat mengambil peran dalam menyuarakan kondisi masyarakat yang ditemukan di lapangan. Namun, ia menyadari organisasi mahasiswa memiliki keterbatasan sumber daya maupun kewenangan untuk menyelesaikan seluruh persoalan secara langsung.

Karena itu, ia mendorong terbentuknya gerakan bersama yang tidak hanya bersifat sesaat, tetapi dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kita butuh gerakan kolektif untuk memikirkan gerakan ini agar kemudian berkelanjutan,” tegasnya.

Arham menambahkan, persoalan masyarakat membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, mahasiswa, akademisi, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Menurutnya, pemuda tidak hanya memiliki tugas untuk menyampaikan kritik. Generasi muda juga dapat berperan sebagai jembatan antara persoalan yang dihadapi masyarakat dengan pihak-pihak yang memiliki kapasitas dan kewenangan untuk mencari solusi.

Momentum HUT ke-81 RI, kata Arham, harus menjadi dorongan bagi pemuda untuk berani bergerak, memperluas kolaborasi, serta memastikan keberpihakan terhadap masyarakat tetap menjadi bagian dari agenda pembangunan.

Terlebih, Merauke kini semakin mendapat perhatian dalam agenda pembangunan nasional. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton.

Pemuda Merauke diharapkan mampu tampil sebagai kekuatan sosial yang ikut mengawal pembangunan agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.