Wanam – Tetua marga dan adat Wanam mengukuhkan Yohanes Agabe Mahuze sebagai Ketua Adat Wanam dalam prosesi adat yang digelar Senin, 24 Agustus 2026, di Kampung Wanam, Distrik Wogikel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Pengukuhan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kelembagaan adat sekaligus menjaga identitas, budaya, dan nilai-nilai masyarakat adat di tengah percepatan pembangunan di wilayah Wanam.
Usai dikukuhkan, Yohanes menegaskan bahwa lembaga adat harus semakin diperkuat untuk menghadapi perubahan yang diperkirakan muncul seiring pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam.
Ia menilai masyarakat adat tidak boleh hanya ditempatkan sebagai penerima dampak pembangunan. Sebaliknya, masyarakat lokal harus memiliki peran aktif sebagai subjek sekaligus pelaku utama pembangunan di wilayahnya.
“Adat harus diperkuat. Masyarakat adat juga harus dibangun agar mampu menghadapi perubahan dan ikut menjadi pelaku dalam pembangunan Wanam,” ujar Yohanes Agabe Mahuze.
Menurut Yohanes, pembangunan PSN Wanam berpotensi membawa perubahan besar terhadap kehidupan masyarakat setempat. Karena itu, kesiapan masyarakat perlu diperkuat melalui peningkatan pendidikan, keterampilan, perekonomian, kelembagaan adat, serta perlindungan budaya dan lingkungan.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang tetap menghormati keberadaan masyarakat adat, termasuk nilai-nilai budaya serta hak masyarakat atas wilayah dan sumber daya yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Dalam kondisi tersebut, kelembagaan adat dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, membangun komunikasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, sekaligus mengawal jalannya pembangunan.
Yohanes juga mendorong agar masyarakat adat dipersiapkan untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul dari pembangunan Wanam. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan keterampilan, pengembangan usaha lokal, peningkatan kapasitas generasi muda, serta pengembangan sektor ekonomi dan wisata berbasis adat dan budaya.
Pengukuhan tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi masyarakat adat Wanam dalam menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang pembangunan di masa mendatang.
Yohanes menegaskan kemajuan wilayah harus tetap berjalan beriringan dengan penguatan masyarakat dan pelestarian identitas adat.
“Wanam boleh berkembang dan maju, tetapi adat dan masyarakatnya jangan sampai tertinggal. Pembangunan harus membuat masyarakat adat semakin kuat,” tegasnya.
Masyarakat Adat Wanam berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan membangun komunikasi yang terbuka serta berkelanjutan dengan lembaga adat dan masyarakat setempat.
Dengan kelembagaan adat yang semakin kuat, masyarakat Wanam diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah pembangunan kampung. Kemajuan ekonomi pun diharapkan tetap berjalan seiring dengan pelestarian adat, budaya, lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.






