Merauke – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Papua Selatan mencatat puluhan ribu kasus malaria sepanjang enam bulan pertama 2026.
Tercatat sebanyak 40.511 kasus malaria ditemukan di empat kabupaten yang berada di wilayah Papua Selatan selama periode Januari hingga Juni 2026.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Papua Selatan Benedicta Rahanggiar mengatakan kasus terbanyak ditemukan di Kabupaten Boven Digoel dengan jumlah mencapai 18.099 kasus.
Sementara itu, Kabupaten Asmat berada di posisi berikutnya dengan 10.646 kasus. Kemudian Kabupaten Mappi mencatat 10.346 kasus, sedangkan Kabupaten Merauke sebanyak 1.420 kasus.
Benedicta mengatakan berbagai langkah telah dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran malaria, salah satunya dengan membagikan kelambu kepada masyarakat.
Warga yang kelambunya sudah rusak diminta segera melapor agar dapat memperoleh penggantian apabila persediaan masih tersedia. Program pembagian kelambu tersebut dilakukan secara berkala setiap tiga tahun.
Selain perlindungan melalui kelambu, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal. Kebersihan lingkungan dinilai penting untuk mencegah lokasi sekitar rumah menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab malaria.
“Petugas kesehatan di puskesmas senantiasa mengedukasi warga dan meminta mereka agar hidup sehat serta senantiasa membersihkan lingkungannya,” kata Kadinkes P2KB Papua Selatan dr.Benedicta Rahangiar.
Upaya pencegahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus mengurangi risiko penularan malaria di wilayah Papua Selatan.








