Nduga – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nduga, Papua Pegunungan, menyiapkan bantuan pangan berupa 50 ton beras bagi masyarakat di tengah kondisi kekeringan yang berisiko memengaruhi ketersediaan bahan pangan.
Bantuan tersebut ditujukan bagi warga yang berada di 32 distrik di Kabupaten Nduga. Pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap persoalan ketersediaan air bersih yang turut terdampak kondisi cuaca.
Bupati Nduga Yoas Beon mengatakan penyaluran bantuan merupakan langkah pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama menghadapi dampak kekeringan.
“Selain pangan kami juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih yang menjadi salah satu persoalan akibat kondisi cuaca yang terjadi,” katanya dikutip dari Antara, Minggu (30/8/2026).
Yoas menilai pemerintah daerah harus mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim yang mulai berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.
“Penanganan dampak kekeringan tidak cukup dilakukan melalui penyaluran bantuan, tetapi membutuhkan koordinasi antar lembaga agar kondisi masyarakat dapat dipantau secara menyeluruh,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penanganan tersebut, Pemkab Nduga telah membentuk Posko Induk Penanggulangan Perubahan Iklim yang berlokasi di Kenyam.
Posko itu nantinya menjadi pusat koordinasi pemerintah dalam memantau perkembangan situasi di wilayah yang terdampak kekeringan. Selain melakukan pemantauan, posko juga berperan dalam mengatur distribusi bantuan kepada masyarakat.
Yoas menjelaskan pemantauan langsung diperlukan agar pemerintah mengetahui kondisi dan kebutuhan warga secara lebih akurat.
“Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat secara nyata, sehingga bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kekeringan dapat memberikan dampak berantai, mulai dari terbatasnya sumber air hingga terganggunya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” katanya.
Pemkab Nduga, lanjutnya, akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap kondisi warga di setiap distrik. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya sesuai tingkat kebutuhan masyarakat.
“Saya mengimbau masyarakat tetap tenang serta bersama-sama menjaga sumber air dan memanfaatkan bantuan yang telah disalurkan secara tepat,” ujar Bupati Nduga Yos Beon.












