Jakarta – Pemerintah Provinsi Papua Selatan (Pemprov Papsel) membuka peluang bagi putra-putri terbaik daerah untuk melanjutkan pendidikan magister (S2) di Inggris melalui program beasiswa yang disosialisasikan Kedutaan Besar Inggris di Indonesia.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besar Inggris di Indonesia atas dukungan dan kerja sama yang diberikan kepada Pemprov Papua Selatan.
“Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan melalui program beasiswa pendidikan magister (S2) di Inggris bagi anak-anak dan putra-putri terbaik Papua Selatan untuk mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di Inggris,” kata Apolo dikutip dari lama resmi Pemprov Papua Selatan, Senin (7/9/2026).
Apolo juga mengapresiasi Universitas Musamus yang telah menyediakan auditorium sebagai lokasi sosialisasi. Ia turut memberikan penghargaan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan yang telah menginisiasi hingga menyiapkan kegiatan tersebut.
Menurut Apolo, sosialisasi ini menjadi kesempatan penting bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk memperoleh informasi langsung mengenai program beasiswa pendidikan Pemerintah Inggris.
S2 di Inggris Bisa Ditempuh Sekitar Satu Tahun
Apolo mendorong para peserta mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan serius. Ia menjelaskan, salah satu keunggulan yang dapat dipertimbangkan adalah durasi pendidikan magister di Inggris yang umumnya lebih singkat dibandingkan program serupa di Indonesia.
Jika pendidikan S2 di Indonesia rata-rata membutuhkan waktu sekitar dua tahun, sejumlah program magister di Inggris dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu tahun.
Dengan demikian, peserta yang mulai berkuliah pada September 2027 diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan dan kembali ke Indonesia sekitar September 2028, sesuai ketentuan universitas masing-masing.
Program tersebut juga merupakan beasiswa penuh sehingga penerima diharapkan dapat fokus menjalani pendidikan selama berada di Inggris.
Apolo menambahkan, mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris cukup banyak. Selain itu, keberadaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London dapat menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa maupun masyarakat Indonesia di Inggris.
“Kita juga memiliki Kedutaan Besar Republik Indonesia di London yang menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan dan hubungan bagi masyarakat Indonesia di Inggris,” katanya.
Ia mengatakan kesempatan pendidikan di luar negeri juga telah dimanfaatkan banyak putra-putri Indonesia, termasuk dari Papua.
“Saya berharap kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan oleh putra-putri Papua Selatan,”ujarnya.
Dosen Musamus Juga Bisa Manfaatkan Peluang
Apolo turut mendorong dosen Universitas Musamus yang masih menyelesaikan pendidikan S1 untuk mempertimbangkan kesempatan melanjutkan studi S2 melalui program tersebut.
Menurutnya, Inggris memiliki pengalaman panjang dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, sejarah, dan kebudayaan. Belajar di negara tersebut juga dinilai dapat memperluas wawasan peserta terhadap lingkungan akademik internasional.
Selain itu, posisi Inggris yang strategis di Eropa membuka peluang bagi penerima beasiswa untuk mengenal berbagai negara dan budaya selama menjalani pendidikan.
“Saya berharap informasi mengenai beasiswa ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi hari ini,” katanya.
Ia memastikan informasi program beasiswa akan terus disebarluaskan melalui media sosial maupun berbagai saluran informasi lainnya, termasuk kepada peserta yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom.
Papua Selatan Punya 50 Kuota
Apolo menyebut terdapat 50 kuota yang tersedia dalam program beasiswa tersebut. Ia berharap kesempatan itu dapat dimanfaatkan sebanyak-banyaknya oleh anak-anak Papua Selatan.
Peserta yang memenuhi persyaratan diharapkan mengikuti proses seleksi secara maksimal sehingga semakin banyak putra-putri Papua Selatan yang berhasil lolos dan mendapatkan kesempatan belajar di Inggris.
“Saya berharap, dari kegiatan sosialisasi ini akan lahir putra-putri Papua Selatan yang berhasil mendapatkan kesempatan belajar di Inggris,” pungkasnya.











