Dogiyai – Pemerintah Provinsi Papua Tengah (Pemprov Papteng) mendorong pemuda orang asli Papua (OAP) di Kabupaten Dogiyai agar lebih produktif secara ekonomi. Salah satu upayanya dilakukan melalui bantuan 34 sepeda motor pada 2026.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mengatakan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi pemuda yang memiliki kemauan bekerja dan ingin mengembangkan usaha, sehingga tidak menjadi pengangguran.
“Kita siapkan 34 sepeda motor yang bisa digunakan ojek atau usaha lain yang berkaitan dengan transportasi sehingga pemuda OAP bisa tingkatkan produktivitas mereka. Kita bagi kepada masyarakat yang penting memiliki KTP dan Kartu Keluarga Dogiyai,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (8/9/2026).
Menurut Meki, kendaraan tersebut tidak harus digunakan sebatas untuk mengangkut penumpang. Pemuda penerima bantuan dapat memanfaatkannya sebagai modal pendukung untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi produktif.
Salah satunya dengan membantu petani memasarkan hasil pertanian. Pemuda dapat membeli hasil panen dari petani untuk kemudian mengantarkannya ke koperasi sebelum dipasarkan.
Dengan pola tersebut, penerima bantuan tidak hanya mengandalkan pendapatan dari jasa ojek, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam rantai ekonomi masyarakat.
Meki menilai Dogiyai memiliki sejumlah komoditas yang bisa dikembangkan, salah satunya kopi arabika Moanemani.
Kopi asal Dogiyai tersebut dinilai sudah memiliki nama sehingga membutuhkan kreativitas dan inovasi agar potensi ekonominya semakin berkembang.
Karena itu, Pemprov Papua Tengah juga menyiapkan pengembangan kopi Moanemani melalui koperasi. Pemerintah ingin memperkuat sistem pemasaran sehingga hasil produksi petani memiliki pasar yang lebih jelas.
Rantai usaha tersebut nantinya menghubungkan petani dengan koperasi. Petani dapat menjual hasil produksi kepada koperasi, kemudian koperasi membantu memasarkannya ke pasar yang lebih luas.
“Dengan adanya bantuan sepeda motor ini, nanti semua akan terhubung. Pemuda-pemuda yang mendapatkan bantuan motor mereka harus kreatif dan berinovasi untuk mengembangkan perekonomian di daerah,” katanya.
Sementara itu, Bupati Dogiyai Yudas Tebai mengatakan daerahnya memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan.
Komoditas yang dapat dikembangkan antara lain sayuran, buah-buahan, kopi hingga tanaman hias seperti anggrek.
Kesuburan tanah menjadi salah satu modal utama pengembangan sektor tersebut. Selain itu, posisi Dogiyai yang berada di jalur ekonomi yang menghubungkan Nabire, Deiyai, dan Paniai dinilai memberikan peluang bagi penguatan aktivitas perdagangan dan distribusi hasil pertanian.
Potensi tersebut kemudian diarahkan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah melalui pengembangan kawasan pertanian dan perkebunan sebagai penyangga pangan lokal lintas daerah di Papua Tengah.
“Dengan adanya bantuan motor untuk pemuda OAP akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi di Dogiyai,” katanya.












