Merauke – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merauke terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi darurat, terutama kebakaran dan kejadian yang membutuhkan proses evakuasi warga.
Dalam penanganan bencana, BPBD Merauke juga membangun koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Salah satunya Dinas Kesehatan yang mendukung kebutuhan ambulans, tenaga medis, dokter hingga obat-obatan bagi masyarakat terdampak.
Kepala Bidang Evakuasi dan Penyelamatan Korban Bencana BPBD Merauke Simon Linto mengatakan, pihaknya memiliki fokus utama pada proses evakuasi serta memastikan warga terdampak dapat ditempatkan di lokasi yang aman.
Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala keterbatasan sumber daya manusia, dikutip dari RRI, Sabtu (12/9/2026). Dari kebutuhan ideal sekitar 30 personel, saat ini bidang yang menangani evakuasi dan penyelamatan korban bencana hanya diperkuat 11 orang.
Meski demikian, keterbatasan personel tidak menyurutkan kesiapsiagaan BPBD dalam merespons kejadian darurat. Para petugas tetap dituntut bekerja maksimal, termasuk ketika harus menangani kebakaran yang terjadi berulang di sejumlah wilayah Merauke.
Punya Armada Pemadam dan Evakuasi
Dari sisi peralatan, BPBD Merauke saat ini memiliki dua unit mobil pemadam kebakaran dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter.
Selain itu, tersedia dua kendaraan suplai air dan dua unit kendaraan yang digunakan untuk melakukan evakuasi korban. BPBD juga memiliki kendaraan pendukung untuk membantu menjangkau lokasi kejadian, termasuk kebakaran yang berada di kawasan hutan.
Menurut Simon, penanganan kebakaran di wilayah hutan memiliki tantangan tersendiri. Kondisi geografis Papua Selatan yang banyak memiliki rawa serta semak belukar membuat proses pemadaman maupun evakuasi membutuhkan kemampuan dan keahlian khusus.
Karena itu, penanganan bencana tidak bisa hanya mengandalkan BPBD. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak agar upaya penanggulangan dapat berjalan lebih efektif.
Simon menyampaikan hal tersebut dalam dialog di RRI Merauke.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan kalangan akademisi dinilai penting untuk memperkuat kemampuan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Masyarakat Diminta Ikut Waspada
BPBD Merauke juga terus mendorong masyarakat agar mengambil peran dalam pencegahan dan penanggulangan bencana. Masyarakat dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam mendeteksi sekaligus merespons potensi bencana sejak dini.
Kesiapsiagaan tidak hanya dibutuhkan ketika bencana sudah terjadi. Langkah pencegahan juga menjadi bagian penting untuk menekan risiko dan dampak yang mungkin ditimbulkan.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan penguatan koordinasi antarlembaga, BPBD berharap dampak bencana, baik dalam skala kecil, sedang maupun besar, dapat ditekan seminimal mungkin.






