Merauke – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika mengecam dugaan penyanderaan dan kekerasan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok bersenjata TPNPB-OPM di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa (18/8/2026). Informasi mengenai kejadian itu mencuat setelah sejumlah warga mendatangi Koramil Jila sekitar pukul 13.40 WIT.
Mereka melaporkan adanya anggota keluarga yang belum diketahui keberadaannya setelah kondisi keamanan di wilayah tersebut memburuk menyusul serangan terhadap pos Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/Yudha Sakti.
Berdasarkan keterangan yang diterima aparat dari masyarakat, sebanyak 11 perempuan diduga menjadi korban penyanderaan kelompok bersenjata. Dua di antaranya disebut berusaha melindungi anak perempuan mereka yang diduga turut disandera.
Dalam insiden tersebut, seorang perempuan dilaporkan mengalami luka tembak di bagian perut hingga meninggal dunia. Identitas korban masih dalam proses penyelidikan. Warga kemudian mengevakuasi jenazah korban untuk menjalani prosesi adat di wilayah Distrik Jila.
Korban lainnya, seorang ibu, dilaporkan mengalami patah kaki setelah diduga dilempar dari atas jurang. Warga berhasil melakukan evakuasi dan membawa korban menuju Kampung Pilikogom, Distrik Jila, untuk mendapatkan penanganan.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Mimika Ronny S. Marjen menilai kekerasan terhadap masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Ia menegaskan keamanan warga harus menjadi perhatian utama pemerintah dan aparat keamanan.
“Tindakan keji OPM merupakan pelanggaran kemanusiaan yang semakin membuat warga sipil takut. Kami akan berkoordinasi dengan Forkopimda untuk menguatkan dan mengetatkan keamanan warga di sekitar distrik Jila,” kata Ronny.
Ronny juga mendorong TNI dan Polri meningkatkan perlindungan bagi masyarakat di wilayah Jila. Selain itu, aparat diminta mengupayakan langkah untuk menemukan serta membebaskan warga yang berdasarkan laporan masih berada dalam penyanderaan.
“Bagaimanapun, tindakan OPM bukanlah perjuangan, melainkan terorisme,” ujarnya.
Kesbangpol Mimika menegaskan keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas dalam penanganan situasi keamanan di Jila. Seluruh pihak juga diharapkan dapat menahan diri dan mengutamakan langkah-langkah yang mampu menjamin keselamatan warga.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat pengamanan, Kepala Kesbangpol Mimika menyatakan akan memberikan rekomendasi dan dukungan terhadap penambahan pos militer serta pos satuan kepolisian di sejumlah wilayah Kabupaten Mimika.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kehadiran aparat sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama di wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan keamanan tinggi.











