Wamena – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus berinovasi agar produk yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan mampu membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan sistem pendataan, Papua Pegunungan tercatat memiliki jumlah unit industri mikro dan kecil resmi paling rendah di Indonesia.
Data tersebut mencatat sekitar 552 unit usaha mikro dan 35 unit usaha kecil. Sementara itu, jumlah unit UMKM nonpertanian yang masuk dalam sistem pendataan mencapai 1.859 unit.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Pegunungan Wasuok D Siep mengatakan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis perlu terus memperkuat pembinaan UMKM yang tersebar di delapan kabupaten.
Menurutnya, dukungan pemerintah dapat diberikan melalui bantuan permodalan, pendampingan usaha hingga penyediaan akses pemasaran bagi produk yang dihasilkan masyarakat.
“Dukungan yang bisa dibantu adalah memberikan modal usaha, pendampingan dan membuka ruang penjualan sehingga hasil kerajinan yang dibuat dapat dipamerkan dan dibeli oleh masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis di Wamena, dilansir dari Antara, Senin (14/9/2026).
Festival UMKM Jadi Ruang Promosi
Wasuok menilai kegiatan pameran atau festival UMKM yang sebelumnya digelar sejumlah OPD, di antaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Koperasi dan UKM, memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha masyarakat.
Menurut dia, kegiatan semacam itu perlu dilakukan secara berkelanjutan karena dapat menjadi sarana memperkenalkan sekaligus memasarkan produk lokal Papua Pegunungan.
“Kemampuan masyarakat dalam membuat suatu produk dan kerajinan tangan di Papua Pegunungan sangat mumpuni sehingga festival UMKM sangat diperlukan untuk membantu pemasaran hasil-hasil UMKM tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan agenda pameran yang disusun secara terjadwal dapat memberikan ruang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk menjangkau konsumen.
Selain meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, kegiatan tersebut dinilai dapat membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi.
“Kami meyakini dengan adanya pameran UMKM secara teratur maka pendapatan masyarakat dapat meningkatkan dan inflasi daerah dapat dikendalikan dengan baik,” katanya.
Produk Lokal Papua Pegunungan Beragam
Wasuok menyebut produk yang dihasilkan pelaku UMKM di Papua Pegunungan cukup beragam. Komoditas lokal seperti kopi dan buah merah telah diolah menjadi produk minuman.
Selain itu, masyarakat juga menghasilkan berbagai kerajinan tradisional, antara lain noken, koteka, busur, jubi hingga gantungan kunci.
Ia menilai potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui dukungan pemerintah agar masyarakat semakin terdorong menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.
“Masyarakat membutuhkan membutuhkan perhatian dan dorongan sehingga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi mereka,” ujarnya.








