MERAUKE — Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Merauke mempertemukan perempuan dari sejumlah organisasi Cipayung Plus untuk memperkuat kolaborasi dan merumuskan gerakan bersama yang lebih dekat dengan persoalan masyarakat.
Upaya tersebut diawali melalui Diskusi Internal Cipayung Plus bertema “Merumuskan Ulang Gerakan: Relevansi Organisasi terhadap Perempuan serta Membangun Kolaborasi Gerakan Perempuan Cipayung Plus” di Aula Sekretariat HMI Cabang Merauke, Kamis (6/8/2026).
Diskusi dipimpin Ketua Bidang Eksternal KOHATI Cabang Merauke, Aulia Rahmadina Lubis, dan diikuti utusan perempuan dari PMII, PMKRI, GMKI, GMNI, serta KAMMI.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi peran organisasi dalam merespons persoalan perempuan, sekaligus mempertemukan pengalaman dan perspektif dari masing-masing organisasi.
Dalam pembahasan, peserta memetakan sejumlah persoalan yang masih dihadapi perempuan, baik di lingkungan organisasi maupun di tengah masyarakat. Isu yang mengemuka antara lain pendidikan, kondisi sosial dan ekonomi, ruang partisipasi perempuan, serta kebutuhan penguatan kapasitas perempuan di tingkat komunitas.
Meski memiliki latar belakang dan karakter organisasi yang berbeda, para peserta melihat terdapat banyak persoalan bersama yang dapat menjadi titik temu gerakan.
Dari diskusi tersebut, peserta sepakat bahwa kolaborasi perempuan Cipayung Plus tidak boleh berhenti pada forum dan pertukaran gagasan. Gerakan bersama perlu diarahkan pada kegiatan nyata yang memungkinkan organisasi melihat, mendengar, dan memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
Sebagai langkah awal, KOHATI bersama utusan organisasi Cipayung Plus menyepakati kegiatan bersama menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama masyarakat Asmad di Kompleks Kaliweda I, Merauke.
Kegiatan tersebut akan menjadi ruang awal untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus melihat kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, dan berbagai kebutuhan yang berkembang di lingkungan setempat.
Hasil interaksi dan pemetaan di lapangan selanjutnya diharapkan menjadi dasar penyusunan kegiatan bersama yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut juga menjadi langkah awal memperkuat jejaring perempuan lintas organisasi di Merauke. KOHATI, PMII, PMKRI, GMKI, GMNI, dan KAMMI diharapkan dapat membangun ruang gerakan yang terbuka, saling menguatkan, serta mampu merespons persoalan perempuan dan masyarakat melalui kerja bersama.
Diskusi ini menegaskan arah baru kolaborasi perempuan Cipayung Plus di Merauke, dari ruang gagasan menuju gerakan yang hadir langsung di tengah masyarakat.
Sebab, gerakan memperoleh maknanya bukan hanya ketika sebuah persoalan dibicarakan, tetapi ketika gagasan diterjemahkan menjadi tindakan yang memberi manfaat nyata.











