by

Papua Kejar Produksi Padi 10 Ton per Hektare dari Sawah Keerom

Papua – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menargetkan produktivitas padi mencapai 10 ton per hektare melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom.

Target tersebut diupayakan melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern Advanced Agriculture System (AAS). Salah satu teknologi yang akan diuji coba adalah metode PM-AAS pada lahan percontohan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Papua Lunanka V.M.L. Daimboa mengatakan proses pembukaan lahan di lokasi program terus berjalan. Hingga saat ini, sekitar 1.100 hektare lahan telah melalui tahap land clearing dan land leveling.

“Yang saat ini sudah dibuka sekitar 800 hektare. Kemudian yang kedua sekitar 300 hektare. Total 1.100 hektare sudah dilakukan land clearing dan land leveling,” katanya dikutip dari Antara, Rabu (9/9/2026).

Setelah proses pembukaan dan perataan lahan selesai, kegiatan kini mulai memasuki tahap pencetakan sawah sekaligus penanaman padi.

Lunanka menjelaskan, program CSR di Senggi memiliki potensi lahan yang cukup luas, yakni mencapai 6.530,22 hektare. Dari total potensi tersebut, sekitar 1.100 hektare telah dibersihkan dan diratakan untuk mendukung kegiatan pertanian.

Pada tahap awal, lahan percontohan akan menerapkan dua model teknologi pertanian. Sekitar 50 hektare disiapkan untuk menguji metode PM-AAS, sedangkan lahan lainnya akan memanfaatkan teknologi drone dan sistem tanam benih langsung atau Tabela.

“Kami optimistis penerapan teknologi pertanian tersebut mampu meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat dibandingkan rata-rata hasil program CSR secara nasional yang berada pada kisaran 4-5 ton per hektare,” katanya lagi.

Menurut Lunanka, target produktivitas hingga 10 ton per hektare tersebut memiliki dasar dari hasil uji coba sebelumnya. Penerapan teknologi pertanian di Kabupaten Keerom bahkan pernah menghasilkan produksi padi hingga 12 ton per hektare.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pijakan optimisme pemerintah daerah untuk meningkatkan hasil produksi melalui program CSR di Senggi.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), penyuluh pertanian, hingga pihak terkait lainnya.

“Keterlibatan berbagai pihak tersebut dilakukan untuk memastikan penerapan teknologi berjalan optimal sekaligus memberikan pendampingan kepada petani dalam meningkatkan produktivitas lahan,” ujarnya.

Pemerintah berharap penerapan teknologi pertanian modern tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mendorong pengelolaan lahan yang lebih efektif serta memperkuat produktivitas petani di Kabupaten Keerom.

News Feed