Jayawijaya – Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya bersama personel Brimob Yon B, Satgas Damai Cartenz, dan Satgas Habema melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah Aris Sanda, sopir asal Toraja yang ditemukan tewas setelah diduga dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Proses olah TKP dan evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara bersama tim gabungan.
Kasi Humas Polres Jayawijaya Ipda Darlianto Pabia mengatakan, tindakan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai keberadaan jenazah korban di wilayah Habema. Kapolres bersama tim kemudian melaksanakan apel pimpinan pasukan (APP) sebelum berangkat ke lokasi menggunakan dua kendaraan.
Sekitar pukul 13.15 WIT, personel tiba di kawasan Danau Habema dan menemukan kendaraan Strada Triton dalam keadaan terbakar. Kendaraan tersebut berada sekitar 13 meter dari badan jalan.
“Di lokasi, personel menemukan satu unit kendaraan Strada Triton dalam kondisi hangus terbakar dan berada kurang lebih 13 meter dari badan jalan. Jenazah korban ditemukan di dalam kabin kendaraan, pada posisi sekitar kursi kemudi, dengan kondisi terbakar berat sehingga sebagian besar jaringan tubuh mengalami karbonisasi dan ciri-ciri fisik sulit dikenali secara visual,” katanya.
Darlianto menyebut korban diketahui bernama Aris Sanda, warga Karajaya, Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Setelah menemukan kendaraan dan jenazah, tim langsung mengamankan serta mensterilkan lokasi untuk melakukan pemeriksaan, pengukuran, pemotretan, dan pencarian barang bukti.
“Dari hasil olah TKP, personel mengamankan satu butir selongsong amunisi kaliber 5,56 mm serta satu buah tas berisi dokumen milik korban berupa SIM A dan STNK kendaraan Strada Triton dengan nomor polisi PA 8786 A,” ujarnya.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke lokasi yang diduga menjadi tempat penghadangan. Lokasi tersebut berjarak sekitar 4 kilometer dari tempat kendaraan dan jenazah ditemukan.
Di lokasi itu, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain pecahan spion kendaraan, satu unit mikrofon radio komunikasi kendaraan, satu kantong plastik berisi kue donat, serta tiga buah karet ban dalam.
“Setelah seluruh rangkaian olah TKP selesai, jenazah korban dievakuasi dan dibawa menuju RSUD Wamena untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Sekitar pukul 15.25 WIT, tim tiba di ruang jenazah RSUD Wamena, pemeriksaan awal dilakukan untuk mengetahui kondisi medis serta sebab dan mekanisme kematian korban,” katanya.
Setelah pemeriksaan selesai dan jenazah diserahkan kepada keluarga, personel gabungan kembali ke Markas Polres Jayawijaya. Seluruh kegiatan disebut berlangsung aman dan terkendali.
“Kami dari Polres Jayawijaya terus melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut terhadap peristiwa tersebut dengan mengamankan seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian,” ujarnya.
Polres Jayawijaya juga menyampaikan apresiasi kepada tokoh adat, tokoh agama, intelektual, pemuda, serta masyarakat yang turut membantu kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Jayawijaya.
Sebelumnya, KKB diduga menembak dan membakar seorang sopir kendaraan lajuran rute Wamena–Mbua di kawasan Habema pada Selasa (15/9/2026). Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menyebut KKB Kodap III Ndugama diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.











