Merauke – Tim SAR gabungan masih mencari dua warga yang dilaporkan hilang saat berburu di kawasan Hutan Semangga 40, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Kedua warga tersebut adalah Agustap Injoroweri (55) dan anaknya, Setoeiroi Injoroweri (11). Keduanya dilaporkan hilang sejak Jumat (18/9/2026).
Kepala SAR Merauke Rudi mengatakan pencarian kembali dilakukan pada Sabtu (19/9/2026) pagi dengan melibatkan sejumlah unsur terkait.
“Tim gabungan yang terdiri dari personel SAR dan BPBD Merauke, Polsek Tanah Miring serta Babinsa Semangga, Sabtu pagi (19/9/2026) kembali melakukan pencarian,” kata Rudi, Sabtu pagi (19/9/2026).
Rudi menjelaskan, laporan awal disampaikan warga setempat, Yohanes Bombong, pada Jumat sekitar pukul 06.00 WIT. Saat itu, Agustap dan Setoeiroi berangkat berburu menggunakan kendaraan roda empat.
Sesampainya di lokasi, kendaraan ditinggalkan di pinggir jalan. Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju kawasan Hutan Semangga 40.
Namun hingga malam hari, keduanya tidak kunjung kembali dari hutan. Karena keberadaan mereka tidak diketahui, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Basarnas Merauke.
Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 8°24′.989″S – 140°28′.769″E. Titik tersebut berjarak sekitar 13,77 kilometer dengan radial 33,16° ke arah timur laut dari Kantor Basarnas Merauke. Waktu tempuh melalui jalur darat diperkirakan sekitar 60 menit.
Setelah menerima laporan, tim rescue berjumlah delapan personel bergerak menuju lokasi untuk berkoordinasi dan melakukan pencarian pada Sabtu (19/9/2026).
Dalam operasi tersebut, tim SAR membawa sejumlah peralatan pendukung, antara lain kendaraan roda empat dan roda dua, drone thermal, HP satelit, perangkat komunikasi Handy Talky (HT), Handy GPS, serta perlengkapan pencarian lainnya.
Rudi mengatakan kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 10–30 km/jam.
“Tim gabungan saat ini melakukan pencarian dengan memanfaatkan teknologi thermal drone dan penyisiran area hutan,” kata Rudi.












