Merauke – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan santunan dan dukungan pendidikan bagi keluarga tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang gugur akibat ditembak saat menjalankan tugas menyalurkan bantuan peternakan kepada masyarakat di Papua Pegunungan.
Bantuan senilai total Rp300 juta tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah sekaligus dukungan agar anak-anak para korban tetap dapat melanjutkan pendidikan.
“Hari ini kami sebagai Menteri Pertanian dan seluruh teman-teman, kami memberikan dukungan moril kepada anak-anak yang ditinggalkan. Insya Allah kami beri beasiswa sesuai kemampuan kita, satu orang Rp50 juta. Totalnya dengan keluarganya Rp300 juta. Hari ini kita serahkan. Langsung kita serahkan, bukan serahkan bertahap,” kata Mentan di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Amran menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga mengenang ketiga ASN tersebut sebagai aparatur yang gugur ketika menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.
Ketiga ASN itu yakni Aprida Rapi, Willi Mbuik dan Alfonsius Albinus Mehan. Mereka gugur saat menjalankan tugas pelayanan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.
Menurut Amran, ketiganya merupakan pejuang pangan yang tetap menjalankan pengabdian untuk memastikan pelayanan sektor pertanian dapat menjangkau masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil.
“Terkhusus kepada keluarga yang terkena musibah, kami atas nama pemerintah dari Kementerian Pertanian mengucapkan belasungkawa, duka cita yang mendalam kepada almarhumah dan almarhum,” ujarnya.
Dari total bantuan Rp300 juta, masing-masing anak korban mendapatkan beasiswa Rp50 juta. Dana tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
Amran meminta keluarga menyimpan dana tersebut sebagai tabungan pendidikan sehingga anak-anak korban dapat tetap bersekolah tanpa terkendala persoalan biaya.
Ia juga berharap anak-anak yang ditinggalkan tetap memiliki semangat untuk menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan masa depan mereka.
Selain santunan dan beasiswa, Kementerian Pertanian memberikan penghargaan kepada ketiga ASN tersebut sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka kepada negara.
Pada kesempatan yang sama, Amran menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani yang memberikan peluang kerja kepada tiga anak korban yang telah menyelesaikan pendidikan.
Anak-anak korban yang masih menempuh pendidikan akan tetap memperoleh dukungan. Sementara mereka yang telah memenuhi persyaratan dapat memperoleh kesempatan bekerja di perusahaan BUMN yang bergerak di sektor pangan tersebut.
Amran menegaskan pemerintah akan terus memperhatikan keluarga aparatur yang gugur ketika menjalankan tugas. Dukungan pendidikan dan kesempatan kerja tersebut diharapkan dapat membantu keluarga korban sekaligus memberikan kepastian bagi masa depan anak-anak yang ditinggalkan.
Bagi keluarga Afrida Rapi, perhatian pemerintah menjadi dukungan penting di tengah kondisi yang mereka hadapi. Yohanis Tonglo, suami almarhumah Afrida, mengatakan salah satu anaknya bahkan sempat berencana menghentikan kuliah demi bekerja dan membantu adik-adiknya.
“Anak saya yang pertama merangkul saya dan membisikkan, ‘Pak, biar saya berhenti kuliah saja, supaya saya bisa kerja membantu adik-adik saya.’ Tapi Tuhan ternyata Maha Besar. Tuhan mengirim malaikat kepada kami lewat Pak Dirut untuk menjawab kekhawatiran kami ini,” tutur Yohanis.
Yohanis kemudian menyampaikan apresiasi kepada Mentan Amran dan Direktur Utama Bulog atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri yang sudah menaruh perhatian besar kepada kami keluarga korban, khususnya anak-anak kami. Kami sungguh diberikan dukungan yang besar untuk melanjutkan proses pendidikan anak-anak kami,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Minto Mbuik, kakak almarhum Willy Mbuik. Ia mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah, termasuk adanya kesempatan kerja yang diberikan melalui Bulog.
“Ini hal yang tidak kami cari, tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, tapi hari ini mungkin cara Tuhan untuk kami keluarga dapatkan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirut dan Pak Menteri yang hari ini sudah memberi kami berkat,” katanya.
Sementara itu, Yurita Galung, istri almarhum dokter hewan Alfonsius Mehan, mengaku bersyukur atas kepedulian yang diberikan Kementerian Pertanian kepada keluarganya.
“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan kalau saya masih diberikan kesehatan dan kekuatan dengan cobaan yang terjadi. Saya ucapkan terima kasih untuk Menteri Pertanian yang boleh mengundang kami, bentuk tali kasih dan kepedulian terhadap kami,” ujar Yurita.
Yurita juga mengenang suaminya sebagai sosok yang bekerja keras dan selalu mendahulukan kepentingan masyarakat.
“Panggilan sayang saya, Bapak Ciu. Dia sosok pribadi yang sangat baik. Dia orang yang tidak pernah memilih. Siapapun dia akan tolong. Dia pekerja keras. Dia selalu mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri,” tuturnya.











