Merauke – Empat anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, menyatakan memilih meninggalkan jalan kekerasan dan kembali menjalani kehidupan bersama keluarga serta masyarakat.
Keputusan tersebut ditandai dengan penyerahan empat pucuk senjata api kepada Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema Brigjen TNI Riyanto. Prosesi berlangsung dalam upacara reintegrasi nasional di halaman Makodim 1714/Puncak Jaya.
Brigjen TNI Riyanto menyampaikan apresiasi terhadap keberanian empat anggota OPM yang memutuskan kembali ke tengah masyarakat.
“Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik. Hari ini bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Hari ini adalah tentang memilih masa depan,” katanya dalam keterangannya yang dikutip dari Antara, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Riyanto, penyerahan senjata bukan menjadi titik akhir dari proses reintegrasi. Justru setelah kembali ke masyarakat, terdapat tahapan penting yang harus dijalani, termasuk penerimaan dari keluarga dan lingkungan serta pendampingan dari pemerintah.
“Senjata yang diserahkan hari ini menjadi tanda bahwa satu jalan lama telah ditinggalkan. Setelah ini mari kembali kepada keluarga, membangun kampung, berkebun, bekerja, beribadah, dan bersama-sama menjaga masa depan anak-anak Papua. Jalan damai selalu terbuka bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali,” pungkasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan reintegrasi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta keluarga memiliki peran dalam memastikan mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Menurutnya, kondisi keamanan yang telah terbangun perlu diikuti dengan pemulihan kehidupan sosial, pelayanan masyarakat yang berjalan, serta tumbuhnya kembali kepercayaan di lingkungan masyarakat.
4 Anggota Serahkan Senjata
Keempat orang yang mengikuti proses reintegrasi tersebut adalah Bongkar Tabuni dan Lipar Tabuni dari OPM Kodap X/Tolikara, serta Bejo Tabuni dan Kopitua Tabuni dari OPM Kodap XXVIII/Yambi.
Kopitua Tabuni diketahui menjabat sebagai Koordinator Lapangan (Danops Wil) OPM Kodap XXVIII/Yambi.
Dalam prosesi tersebut, keempatnya menyatakan komitmen untuk kembali hidup bersama masyarakat. Pernyataan itu ditandai dengan pembacaan ikrar dan penciuman Bendera Merah Putih.
Setelah itu, empat pucuk senjata api diserahkan kepada Pangkoops TNI Habema sebagai bagian dari proses reintegrasi sekaligus penegasan komitmen untuk meninggalkan kekerasan.
Senjata yang diserahkan terdiri atas satu pucuk AR-15 kaliber 5,56 mm, satu pistol revolver kaliber 9 mm, satu pistol Trailside Sig Arms kaliber .22 LR yang diserahkan Bejo Tabuni, serta satu pistol Combat kaliber 9 mm yang diserahkan Lipar Tabuni.
Seluruh senjata tersebut selanjutnya diamankan dan akan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
Upacara reintegrasi turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta sejumlah pihak yang mendukung proses kembalinya keempat anggota tersebut ke tengah masyarakat.











