by

Papua Siapkan 6.500 Hektare Sawah Baru hingga Akhir 2026

Merauke – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menargetkan pembukaan sekitar 6.500 hektare lahan sawah baru hingga akhir 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan pembukaan lahan baru akan disertai dengan rehabilitasi sejumlah areal persawahan yang sebelumnya tidak lagi dimanfaatkan.

“Oleh sebab itu pada akhir tahun ini kami membuka 6.500 lahan sawah, ditambah beberapa rehabilitasi sawah-sawah yang sudah tidur,” kata Fakhiri di Jayapura, Jumat.

Menurutnya, perluasan lahan pertanian tersebut menjadi bagian dari dukungan Papua terhadap program strategis nasional di bidang pertanian.

Fakhiri menyebut produktivitas padi di Papua terus menunjukkan perkembangan. Rata-rata hasil panen saat ini telah mencapai lebih dari delapan ton per hektare.

“Produktivitas padi di Papua saat ini menunjukkan perkembangan positif. Rata-rata hasil panen telah mencapai lebih dari delapan ton per hektare,” ujarnya.

Ia mencontohkan produksi padi di sejumlah wilayah Kabupaten Keerom yang mampu mencapai 12,8 ton per hektare.

“Kami di Provinsi Papua sekarang terdepan, yaitu 12,8 ton kami sudah menghasilkan. Untuk itu peningkatan produktivitas padi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan perkebunan sehingga perekonomian Papua tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan,” katanya lagi.

Dorong Tiga Kali Panen

Selain menambah luas lahan, Pemprov Papua juga mendorong peningkatan intensitas tanam melalui pembangunan dan penguatan infrastruktur pendukung, termasuk irigasi dan pompa air.

Dengan dukungan tersebut, pemerintah menargetkan petani dapat meningkatkan frekuensi tanam hingga tiga kali dalam setahun.

“Kami tidak minta empat kali tanam, tetapi cukup tiga kali. Sehingga Provinsi Papua bisa tiga kali panen.Peningkatan produksi juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat di wilayah pesisir sekaligus mendukung pasokan ke wilayah pegunungan Papua,” ujarnya.

Fakhiri berharap peningkatan luas lahan dan produktivitas tersebut dapat memperkuat ketersediaan beras di Papua, sekaligus meningkatkan peran sektor pertanian dalam perekonomian daerah.