MERAUKE — Pengembangan pertanian padi di Kawasan Transmigrasi Salor, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke memasuki tahap baru. Tim Ekspedisi Patriot Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penanaman varietas padi IPB 9G dan IPB 15S bersama petani setempat sebagai bagian dari upaya memperkuat budidaya dan produksi padi di kawasan tersebut.
Penanaman ini tidak hanya diarahkan pada kegiatan budidaya, tetapi juga menjadi bagian dari pendampingan pertanian yang mencakup pengelolaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, serta pemanfaatan mekanisasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Tim Ekspedisi Patriot IPB membawa pendekatan berbasis pendampingan dan penguatan kapasitas petani. Melalui kegiatan tersebut, petani diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola tanaman padi, mulai dari proses budidaya hingga menghadapi berbagai tantangan yang muncul di lapangan.
Kegiatan seremonial penanaman yang berlangsung pada 21 September 2026 tersebut dihadiri berbagai unsur terkait. Di antaranya perwakilan Kapolres Kabupaten Merauke, Kepala Distrik Kurik, Polsek Kurik, Yonif TP 801 Distrik Merauke, Kepala Kampung Harapan Makmur, Koordinator Lapangan BPP Paya Anim Sai, Balai Benih Induk, Balai Benih Utama, PPL Kampung Harapan Makmur dan Candra Jaya, Gapoktan Harapan Makmur, serta para petani.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi dalam pengembangan pertanian di Distrik Kurik. Pemerintah distrik, tenaga penyuluh, kelompok tani, lembaga perbenihan, aparat, akademisi, dan masyarakat diharapkan dapat mengambil peran sesuai bidang masing-masing untuk mendukung keberlanjutan program.
Kepala Distrik Kurik, Mariana Belekubun, S.STP, menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program pertanian di wilayahnya. Ia berharap kolaborasi bersama Tim Ekspedisi Patriot IPB dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.
“Saya selaku Kepala Distrik mendukung penuh semua kegiatan yang berada di wilayah Distrik Kurik. Kita juga membuka agenda ini dengan memohon dukungan moyang dan leluhur di tanah ini. Semoga seluruh proses kegiatan berjalan lancar dan memberikan hasil yang berlimpah,” ujar Kepala Distrik Kurik (Mariana Belekubun, S.STP) dalam sambutannya.
Varietas IPB 9G dan IPB 15S memiliki umur panen sekitar 105–110 hari setelah semai (HSS) dengan potensi hasil mencapai 9 ton gabah kering giling (GKG) per hektare. Kedua varietas tersebut dirancang dengan sistem budidaya yang tidak membutuhkan banyak air sehingga dinilai sesuai untuk dikembangkan pada musim tanam ketiga di Kawasan Transmigrasi Salor.
Penanaman kedua varietas tersebut dilakukan di lahan seluas 4 hektare. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pilihan varietas yang dapat dikembangkan oleh petani sekaligus menjadi bagian dari penguatan produktivitas pertanian padi di kawasan Transmigrasi Salor.
Keterlibatan Gapoktan di Kampung Harapan Makmur dan Candra Jaya juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi antara kelompok tani dan Tim Ekspedisi Patriot IPB diharapkan dapat memperkuat penerapan inovasi pertanian di tingkat lapangan.
Pendampingan Tim Ekspedisi Patriot IPB selanjutnya diarahkan pada penguatan teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, serta pemanfaatan mekanisasi dalam kegiatan pertanian.
Bagi petani, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot IPB menjadi momentum untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat praktik budidaya melalui transfer pengetahuan dan pendampingan secara langsung.
Dengan dimulainya penanaman IPB 9G dan IPB 15S, Kawasan Transmigrasi Salor menjadi salah satu titik pengembangan pertanian padi di Distrik Kurik. Sinergi antara IPB, pemerintah distrik, penyuluh, kelompok tani, lembaga perbenihan, aparat, dan masyarakat diharapkan terus terjaga untuk mendukung pengembangan pertanian dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi petani di Kabupaten Merauke.











