Merauke – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, memperkuat upaya pelestarian seni dan budaya lokal melalui Festival Seni Budaya Mimika 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjaga tradisi Suku Amungme dan Kamoro kepada generasi muda.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bupati Mimika Fransiskus Bokeyau mengatakan festival tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan kesenian dan kebudayaan lokal.
“Ini merupakan wujud nyata upaya pemerintah dalam memajukan kebudayaan dan kesenian sebagai perwujudan dari strategis pemajuan kebudayaan daerah yaitu perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan,” ujarnya di Timika, dilansir Antara, Selasa (6/10/2026).
Menurut Fransiskus, Pemkab Mimika akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku seni dan budaya di daerah. Festival tersebut juga diharapkan membuat generasi muda semakin terlibat dalam menjaga warisan budaya, khususnya milik Suku Amungme dan Kamoro sebagai dua suku besar pemilik tanah Mimika.
“Melestarikan budaya berarti menjaga akar hingga tumbuh tunas baru. Kita harus bangga dengan tradisi kita namun juga harus terbuka untuk berekspresi dan berinovasi,” katanya.
Ia menegaskan pelestarian budaya bukan hanya menjadi tugas ketua adat maupun seniman. Pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, serta generasi muda memiliki tanggung jawab yang sama untuk mempertahankan keberadaan budaya daerah.
Dorong Ekonomi Kreatif
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Mimika Elisabeth Cenawatin mengatakan festival tersebut tidak hanya diarahkan untuk melestarikan budaya, tetapi juga membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.
“Kegiatan ini untuk menjaga, mempromosikan, melestarikan adat dan budaya dua suku yakni Suku Amungme dan Suku Kamoro. Program ini akan kami lakukan setiap tahun, tahun ini kami melakukan kegiatan ini dengan menampilkan ukiran, anyaman, tari-tarian dan juga kuliner lokal khusus dari Suku Amungme dan Suku Kamoro,” katanya.
Festival tersebut juga digelar dalam rangka memperingati HUT ke-30 Mimika yang jatuh pada 8 Oktober serta Hari Kebudayaan Nasional 2026 pada 17 Oktober.
Pelestarian pakaian adat, cerita rakyat, musik tradisional, serta berbagai unsur budaya Amungme dan Kamoro menjadi bagian dari kegiatan. Festival dikemas melalui sejumlah perlombaan, mulai dari peragaan busana dan adat, tari tradisional, musik daerah, cerita rakyat, pentas seni tradisional hingga musik akustik.
Sebanyak 30 sanggar seni dan pelaku usaha ekonomi kreatif ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung pada 5-8 Oktober 2026.
Selain itu, generasi muda dari 29 sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK di Kota Timika turut ambil bagian dalam berbagai perlombaan.
“Kegiatan ini sangat baik untuk anak anak muda supaya mereka tidak lupa akan adat dan budaya mereka , pun dengan musik dan cerita rakyat,” ujar Elisabeth.











