Merauke – Pemerintah Provinsi Papua menargetkan daerah tersebut dapat mencapai swasembada beras pada 2028. Salah satu langkah yang disiapkan yakni memperluas areal persawahan sekaligus meningkatkan produktivitas padi.
Gubernur Papua Matius D Fakhiri mengatakan sekitar 6.500 hektare lahan sawah baru ditargetkan mulai dibuka hingga akhir 2026. Lahan tersebut berasal dari area yang selama ini tidak lagi dimanfaatkan.
“Pada akhir 2026 kami berencana membuka sekitar 6.500 hektare lahan sawah baru dengan memanfaatkan lahan yang sudah lama tidak digunakan,” kata Fakhiri di Jayapura, dilansir Antara, Rabu (7/10/2026).
Menurut Fakhiri, pengembangan sektor pertanian tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Papua terhadap program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto di bidang pertanian.
Ia menyebut produktivitas padi di Papua saat ini menunjukkan perkembangan positif. Rata-rata hasil produksi disebut telah mencapai lebih dari delapan ton per hektare, sedangkan sejumlah wilayah di Kabupaten Keerom mampu menghasilkan hingga 12,8 ton per hektare.
“Produktivitas padi di Papua saat ini menunjukkan hasil yang menggembirakan di mana rata-rata produksi lebih dari delapan ton per hektare. Dan produksi padi di sejumlah wilayah Kabupaten Keerom disebut mencapai 12,8 ton per hektare,” pungkasnya.
Fakhiri berharap peningkatan produktivitas tersebut dapat mendorong transformasi ekonomi Papua. Dengan demikian, perekonomian daerah tidak hanya bertumpu pada sektor pertambangan, tetapi juga semakin ditopang oleh pertanian dan perkebunan.
Untuk meningkatkan hasil produksi, Pemprov Papua juga mendorong peningkatan intensitas tanam dengan dukungan sistem irigasi dan pompa air. Pemerintah tidak menargetkan petani harus melakukan empat kali tanam dalam setahun, tetapi diarahkan mampu melakukan tiga kali tanam sekaligus tiga kali panen.
“Kami juga mendorong peningkatan intensitas tanam dengan dukungan irigasi dan pompa air. Sehingga pemerintah tidak mengejar empat kali tanam, tetapi cukup tiga kali agar petani dapat melakukan tiga kali panen dalam setahun,” kata Fakhiri.
Selain memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Papua, peningkatan produksi juga dinilai dapat membuka peluang pemasaran ke luar negeri. Fakhiri menyebut surplus beras nantinya berpotensi memenuhi kebutuhan masyarakat di negara tetangga.
“Pengembangan lahan baru, peningkatan produktivitas, serta dukungan sarana pertanian, kami yakin sektor pangan dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Tanah Papua,” pungkasnya.






