Merauke – Prajurit Koops TNI Habema melaporkan tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya tertembak dalam kontak senjata di sekitar Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat. Dari tiga orang tersebut, satu jenazah ditemukan di lokasi, sementara dua lainnya dilaporkan hanyut terbawa arus sungai dan masih dalam pencarian.
Berdasarkan siaran pers resmi Koops TNI Habema yang diterima di Jakarta, personel TNI yang terlibat dalam kontak tembak itu berasal dari Tim Satgas Yonif 9 Marinir.
Peristiwa tersebut berlangsung ketika personel menjalankan Operasi Badai Kasuari 3.10 untuk mengamankan wilayah dan menangani gangguan kelompok bersenjata. Kontak senjata dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.01 WIT setelah personel TNI mendapat serangan.
Dalam insiden itu, tiga anggota kelompok bersenjata OPM dilaporkan terkena tembakan. Satu jenazah ditemukan di lokasi kejadian, sedangkan dua orang lainnya diduga terbawa arus sungai sehingga proses pencarian masih dilakukan.
Hasil identifikasi awal menyebutkan jenazah yang ditemukan diduga merupakan Manfred Fatem, yang disebut menjabat sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya. Sementara itu, dua orang yang dilaporkan hanyut diduga bernama Anton Fatem dan Yesias Fatem.
Selain menemukan jenazah, personel Satgas juga mengamankan satu pucuk senjata api jenis AK-101 di lokasi operasi.
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan penanganan terhadap kelompok bersenjata dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat dan aparat di Papua.
“Setiap ancaman bersenjata yang membahayakan keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional. Namun, tujuan utama kami adalah menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat hidup tenang, pelayanan publik berjalan, dan kehidupan sosial kembali tumbuh,” tegas Riyanto dikutip dari Antara, Jumat (9/10/2026).
Ia menambahkan, Koops TNI Habema akan terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keamanan masyarakat Papua.
Riyanto juga mengajak anggota OPM yang masih berada di hutan untuk menyerahkan diri dan memilih penyelesaian secara damai.
“Kepada saudara-saudara yang masih berada di hutan, jalan damai tetap terbuka,” katanya.











