Merauke – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melaksanakan imunisasi campak terhadap 50 anak di Kampung Amber dan Asarbey, Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program imunisasi respons kejadian luar biasa atau outbreak response immunization (ORI).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Papua Barat, Frans Abidondifu, mengatakan pelayanan tersebut berlangsung pada Jumat (9/10/2026). Pelaksanaan imunisasi melibatkan orang tua agar anak-anak yang menjadi sasaran dapat memperoleh layanan tersebut.
“Imunisasi ini adalah hak anak untuk sehat. Orang tua yang sayang dan bertanggung jawab harus membawa anaknya untuk diimunisasi,” ujarnya di Manokwari, dilansir Antara, Senin (12/10/2026).
Frans menerangkan, imunisasi merupakan salah satu upaya membangun kekebalan tubuh anak terhadap penyakit menular. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah.
Ia juga meminta orang tua memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Selain itu, masyarakat diharapkan mengajak keluarga atau warga lain yang belum mengikuti program tersebut untuk mendatangi lokasi pelayanan maupun puskesmas terdekat.
“Kita berharap semua anak mendapatkan imunisasi sampai selesai, agar anak-anak Papua dapat tumbuh sehat,” kata Frans.
Terkait kekhawatiran orang tua terhadap reaksi setelah imunisasi, Frans mengimbau agar mereka tidak panik jika anak mengalami demam ringan. Namun, apabila demam tinggi, berlangsung lama, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, anak perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa.
Upaya menjaga kesehatan anak juga perlu disertai kebiasaan hidup bersih. Keluarga diharapkan membiasakan anak mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.
Sementara itu, Kepala Kampung Amber, Sarah Since Sayori, menyatakan dukungan pemerintah kampung terhadap pelaksanaan ORI campak yang melibatkan Dinkes Papua Barat, Dinkes Kabupaten Manokwari, dan Puskesmas Mokwam.
Menurut Sarah, perhatian terhadap kesehatan anak juga diwujudkan melalui kegiatan posyandu yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 7. Pelayanan tersebut mencakup penimbangan berat badan dan pemantauan tumbuh kembang anak.
Pemerintah kampung turut menyediakan makanan tambahan, termasuk kacang hijau, untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.
“Ke depan, kami berharap ada kegiatan serupa yang dapat terus mendukung kesehatan anak-anak di Kampung Amber,” ujar Sarah.






