Merauke – Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo berharap kegiatan syukuran dan silaturahmi warga Pasundan dapat mempererat persaudaraan, memperkuat hubungan antarpaguyuban, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Harapan tersebut disampaikan Apolo saat menghadiri syukuran dan silaturahmi warga Pasundan Papua Selatan di Swiss-Belhotel Merauke, dikutip dari buletinpapuaselatan, Senin (12/10/2026).
Dalam sambutannya, Apolo menyampaikan penghormatan kepada pengurus Paguyuban Pasundan Papua Selatan beserta jajarannya. Ia juga menyapa pimpinan Muhammadiyah, pimpinan lembaga keagamaan, para ketua paguyuban dari berbagai daerah di Papua Selatan, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda yang hadir.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan, kata Apolo, mengapresiasi inisiatif Paguyuban Pasundan dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang berkumpul, kegiatan itu dinilai penting untuk menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat ikatan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Apolo turut menyoroti nilai-nilai budaya Sunda yang menjunjung tinggi tata krama, kesopanan, penghormatan terhadap sesama, dan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu falsafah yang dinilainya relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat adalah Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, yang bermakna saling mencerdaskan, mengasihi, dan membimbing.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan kondisi Papua Selatan yang memiliki masyarakat dengan beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial.
Ia menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk membangun persatuan. Sebaliknya, keberagaman perlu dirawat sebagai kekuatan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
Karena itu, Paguyuban Pasundan diharapkan terus mengambil peran dalam memperkuat persatuan, toleransi, kerukunan, serta semangat gotong royong di Papua Selatan.
Apolo juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, Papua Selatan merupakan rumah bersama bagi semua warga untuk berkarya dan berkontribusi demi kemajuan daerah.
Ia menjelaskan, dalam kehidupan modern, setiap individu dan kelompok saling terhubung serta memengaruhi satu sama lain. Kondisi tersebut diibaratkan seperti sistem tata surya dan dinamika perekonomian global, ketika perubahan pada satu bagian dapat berdampak terhadap bagian lainnya.
Atas dasar itu, masyarakat diharapkan membangun kepedulian, menjaga komunikasi, memperkuat kerja sama, dan menghargai satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari.
Selain persatuan, Apolo mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi dan algoritma media sosial. Informasi yang tidak utuh, belum terverifikasi, atau disampaikan tanpa konteks yang jelas berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merenggangkan hubungan antarmasyarakat.
Ia mengimbau warga agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum memahami kebenaran dan konteksnya secara menyeluruh. Klarifikasi, konfirmasi, komunikasi langsung, serta prinsip tabayyun atau memeriksa kebenaran informasi perlu dikedepankan sebelum suatu kabar dipercaya maupun disebarluaskan.
Silaturahmi secara langsung dan tatap muka, lanjutnya, juga perlu terus dijaga agar hubungan sosial tetap erat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan masyarakat, penguatan persaudaraan, dan pelestarian budaya, Gubernur Papua Selatan menyerahkan bantuan dana sebesar Rp100 juta kepada warga atau Pengurus Paguyuban Pasundan Provinsi Papua Selatan.












