Merauke – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan pembangunan daerah harus mengutamakan keseimbangan antara kemajuan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan penghormatan terhadap hak masyarakat adat. Ia mengingatkan tanah, hutan, serta sumber daya alam Papua perlu dijaga agar tetap lestari di tengah pelaksanaan pembangunan.
Menurut Fakhiri, keberhasilan pembangunan tidak cukup dinilai dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Perlindungan masyarakat, penghormatan terhadap adat dan budaya, serta keberlanjutan sumber daya alam juga harus menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan Papua.
“Masyarakat adat bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi merupakan subjek penting dalam menentukan arah pembangunan di Tanah Papua,” kata Fakhiri dikutip, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat adat memiliki peran penting dalam mempertahankan nilai-nilai budaya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, keterlibatan mereka dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan pembangunan perlu diperkuat.
Fakhiri menilai Konferensi Masyarakat Adat dan Pemuda Mamta–Tabi menjadi wadah konsolidasi untuk membahas masa depan Tanah Tabi. Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam melindungi hak masyarakat adat dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Selain menyoroti peran masyarakat adat, Fakhiri juga menekankan pentingnya menyiapkan pemuda adat sebagai bagian dari kekuatan perubahan. Generasi muda diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua.
Ia berharap konferensi tersebut menghasilkan rekomendasi dan komitmen yang dapat diwujudkan melalui langkah konkret. Hasil pembahasan diharapkan mendukung pembangunan yang tetap menghormati adat, budaya, lingkungan, hukum, serta nilai persaudaraan.
Fakhiri mengatakan, pendekatan tersebut sejalan dengan visi Papua CERAH, yakni Cerdas, Sejahtera, dan Harmonis. Visi itu menjadi arah pembangunan daerah yang diharapkan tetap berlandaskan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.











