Merauke – Maskapai Trigana Air menghentikan sementara layanan penerbangan ke empat kota di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Selatan akibat kabut asap yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut membatasi jarak pandang dan mengganggu operasional penerbangan.
General Manager Trigana Papua, Irwan Rochendi, mengatakan penerbangan menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, serta Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Keppi, Kabupaten Mappi, dan Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, masih ditunda hingga Kamis (15/10/2026).
“Memang penerbangan ke empat kota itu hingga Kamis (15/10/2026) ditunda akibat kabut asap yang disebabkan karhutla,” kata GM Trigana Papua Irwan Rochendi kepada ANTARA di Jayapura, Kamis (15/10/2026).
Irwan menjelaskan, kabut asap di sejumlah wilayah tersebut membuat jarak pandang tidak memadai sehingga maskapai memutuskan menunda penerbangan demi keselamatan operasional.
Penundaan bahkan telah berlangsung lebih awal untuk rute Tanah Merah dan Keppi. Kedua rute tersebut tidak dilayani sejak Jumat (9/10/2026), kata Irwan saat dihubungi dari Jayapura.
Gangguan penerbangan juga terjadi pada rute Wamena. Irwan menyebut hanya satu pesawat penumpang yang sempat terbang menuju Wamena dan kembali ke Bandara Sentani, sementara penerbangan lainnya ditunda akibat kondisi kabut asap.
“Saat cuaca membaik, pesawat penumpang Trigana Air terbang dan mendarat di Wamena serta kembali ke Bandara Sentani, sedangkan lainnya ditunda karena cuaca kembali tidak bersahabat,” kata Irwan Rochendi.
Kondisi tersebut menyebabkan akses transportasi udara ke sejumlah wilayah di Papua Pegunungan dan Papua Selatan terganggu. Operasional penerbangan masih bergantung pada perkembangan cuaca dan kondisi jarak pandang di wilayah tujuan.











