Merauke – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Arianto Kogoya mengimbau masyarakat Papua Pegunungan agar bersama-sama menjaga keselamatan tenaga kesehatan (nakes) dan guru dalam menjalankan tugas pelayanan. Perlindungan terhadap kedua profesi tersebut dinilai penting untuk menjamin akses kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat, khususnya orang asli Papua (OAP).
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat di Papua Pegunungan untuk menjaga keselamatan nakes dan guru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun seluruh satuan pendidikan mulai SD-SMA,” katanya di Wamena, dikutip Antara, Senin (19/10/2026).
Arianto menyampaikan imbauan tersebut menyusul aksi kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap warga sipil, tenaga kesehatan, dan guru di sejumlah wilayah Papua Pegunungan.
Menurut dia, keselamatan warga sipil, nakes, dan guru harus menjadi perhatian bersama karena mereka memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat Papua Pegunungan melalui layanan kesehatan dan pendidikan.
“Ingat dalam hukum internasional, wilayah konflik itu yang harus dilindungi adalah nakes, guru, petugas Palang Merah Indonesia (PMI) tidak boleh memperoleh kekerasan apa pun,” ujarnya.
Ia menegaskan, tenaga kesehatan dan guru merupakan bagian penting dalam pembangunan SDM OAP di wilayah pegunungan. Karena itu, mereka perlu mendapatkan perlindungan agar dapat menjalankan tugas tanpa ancaman kekerasan.
Arianto menjelaskan, kondisi kesehatan yang baik menjadi salah satu faktor pendukung masyarakat untuk mengikuti pendidikan dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Kehadiran tenaga kesehatan di wilayah setempat juga memungkinkan warga memperoleh penanganan medis lebih cepat tanpa harus dirujuk ke daerah lain untuk mendapatkan pengobatan.
“Orang itu bisa semangat untuk mengikuti pendidikan, aktivitas apa pun kalau dirinya sehat. Sehat itu seperti apa, nakes harus dijaga sehingga ketika ada masyarakat yang sakit maka segera diobati di tempat, tidak perlu dibawa ke daerah lain dan memperoleh pengobatan yang baik,” katanya.
Selain tenaga kesehatan, Arianto menyoroti peran guru dalam membentuk masa depan generasi muda Papua Pegunungan. Menurut dia, keberadaan tenaga pendidik sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan dan membuka peluang bagi generasi muda dalam meningkatkan kualitas hidup.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat turut memastikan keamanan tenaga kesehatan dan guru, termasuk ketika mereka bertugas di wilayah yang dinilai rawan konflik.
“Saya sebagai anak asli Papua Pegunungan serta dipercayakan menjadi perwakilan daerah dipusat melalui DPD berharap nakes dan guru tetap dijaga dan dilindungi meski wilayah ini dikategorikan sebagai zona merah atau perang. Masa depan masyarakat dan generasi kita berada di pundak nakes dan guru,” ujarnya.
Arianto menekankan bahwa keselamatan tenaga kesehatan dan guru perlu dijaga demi keberlanjutan pelayanan dasar serta masa depan generasi Papua Pegunungan.






