Merauke – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pertanian setempat memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi dikembangkan menjadi lahan sawah baru. Langkah ini dilakukan dengan mengacu pada hasil survei dan kesesuaian lahan untuk mendukung peningkatan produksi beras sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Papua Lunanka V.M.L. Daimboa mengatakan, beberapa kabupaten memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan pertanian padi. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Sarmi, Keerom, Kabupaten Jayapura, dan Waropen.
“Berdasarkan Survei Identifikasi dan Desain (SID) oleh perguruan tinggi, ada beberapa kabupaten yang memiliki luas areal cukup besar, misalnya Sarmi, Keerom, Kabupaten Jayapura, dan Waropen,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (22/10/2026).
Lunanka menjelaskan, hasil survei menunjukkan adanya peningkatan perkiraan luas lahan potensial di Kabupaten Sarmi. Jika sebelumnya diperkirakan sekitar 9.000 hektare, hasil SID menunjukkan potensi lahan di wilayah tersebut mencapai sekitar 20.000 hektare.
“Sementara itu, Kabupaten Keerom dan Waropen masing-masing memiliki potensi lahan sekitar 15.000 hektare,” ujarnya.
Selain wilayah yang telah disurvei, Dinas Pertanian Papua masih melakukan SID di sejumlah daerah lainnya. Hasil survei tersebut nantinya menjadi salah satu dasar dalam menentukan lokasi yang sesuai untuk dikembangkan melalui program cetak sawah rakyat.
Meski demikian, Lunanka menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian di Papua tidak hanya diarahkan pada penambahan luas lahan sawah. Pengembangan juga perlu mempertimbangkan karakteristik wilayah dan komoditas unggulan yang dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat setempat.
Dia menambahkan seperti Kabupaten Sarmi dan Biak yang berpotensi mengembangkan komoditas perkebunan, seperti kelapa. Sementara itu, Kabupaten Keerom juga memiliki potensi pengembangan komoditas perkebunan, termasuk kelapa sawit.
“Dengan begitu pengembangan sektor pertanian di Papua diharapkan dapat disesuaikan dengan karakteristik dan potensi setiap daerah, sehingga pemanfaatan lahan dapat lebih optimal,” ujarnya.











