Merauke – Jelang panen raya padi bulan November, pemerintah menggenjot pemenuhan kebutuhan air dan konektivitas infrastruktur di Kampung Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) ini tengah mempersiapkan potensi produksi 130-140 ton padi dari area panen seluas 180 hektar.
“Sekitar Oktober-November akan ada panen raya padi di Wanam sekitar 180 hektare, (produksi) bisa sekitar 130-140 ton,” ujar Dody dalam keterangannya dikutip, Jumat (23/10/2026).
“Dukungan pelabuhan Wanam berdasarkan pada Perpres 12 Tahun 2025, serta secara khusus mengikuti Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional,” ujar Masyhud saat rapat bersama Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen, Kamis (3/9/2026).
“Peningkatan kompetensi masyarakat adat dalam bidang pertanian menjadi kebutuhan penting di tengah berkembangnya aktivitas pembangunan dan investasi di wilayah tersebut,” ujar Anggota Tim Pemberdayaan Masyarakat MPSI Dadan Ramlan dikutip dari Antara Selasa (20/10/2026).
“Proses tersebut menjadi bekal bagi masyarakat untuk membangun kerja sama dan membentuk enam kelompok tani perempuan yang diharapkan mampu mengembangkan usaha pertanian secara kolektif,” jelasnya.
“Pertanian perlu dikembangkan agar masyarakat memiliki sumber penghidupan dan pendapatan tambahan. Karena itu, keterampilan masyarakat harus terus ditingkatkan supaya potensi yang ada di Kampung Wanam dapat dimanfaatkan,” tukasnya.
Guna menutupi defisit pasokan air di lahan bagian utara, Kementerian PU mengoptimalkan pemanfaatan air rawa berkapasitas 160.000 meter kubik serta merampungkan saluran air sepanjang 125,6 km. Tak hanya itu, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub siap mengucurkan Rp50 miliar pada 2027 untuk penyelesaian Pelabuhan Wanam, sementara Yayasan MPSI bersama tokoh adat setempat gencar melatih masyarakat lokal dan membentuk kelompok tani perempuan demi kemandirian ekonomi daerah.






