Merauke – Perum Bulog Cabang Manokwari menyalurkan 54,56 ton beras premium bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat pada September 2026. Penyaluran ini merupakan bagian dari kerja sama Bulog dengan pemerintah provinsi yang berlaku selama September hingga Desember 2026.
Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari, Sheika Irawaty mengatakan, kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Bulog dan Pemerintah Provinsi Papua Barat pada 24 September 2026.
“Kerja sama sebelumnya menggunakan beras medium, tapi sejak September ditingkatkan ke beras premium. Kerja sama itu untuk periode September sampai Desember 2026,” ujar Irawaty di Manokwari, dilansir dari Antara, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, kuota beras yang disiapkan untuk ASN pemerintah provinsi mencapai sekitar 58 ton setiap bulan. Beras premium tersebut dijual dengan harga Rp15.700 per kilogram.
Penyaluran beras dilakukan secara langsung melalui organisasi perangkat daerah (OPD). Mekanisme ini diterapkan karena sebagian ASN menerima pengganti jatah beras dalam bentuk uang tunai.
Menurut Irawaty, jumlah beras yang diterima masing-masing ASN disesuaikan dengan jumlah tanggungan keluarga. Setiap ASN memperoleh alokasi dasar 10 kilogram, sedangkan ASN yang memiliki pasangan dan dua anak dapat menerima hingga 40 kilogram.
“Kuota setiap ASN 10 kilogram, kalau ada keluarga sudah termasuk istri dan dua orang anak itu 40 kilogram. Jumlahnya mengikuti tanggungan,” katanya.
Selain menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat, Bulog Manokwari juga memasok beras medium untuk ASN di tiga pemerintah kabupaten, yakni Teluk Bintuni, Teluk Wondama, dan Pegunungan Arfak.
Realisasi penyaluran beras medium bagi ASN di lingkungan pemerintah provinsi dan ketiga kabupaten tersebut selama Januari hingga Juli 2026 tercatat mencapai 2.082.300 kilogram atau setara 2.082,3 ton.
Irawaty menjelaskan, distribusi beras bagi ASN di tiga kabupaten itu dilaksanakan oleh pihak ketiga, yakni PT Irian Bakti, sedangkan pasokan beras tetap berasal dari Bulog.
“Kalau penyaluran beras ASN di tiga kabupaten dilakukan oleh pihak ketiga yaitu PT Irian Bakti, tapi berasnya dari Bulog,” ujarnya.











