Papua Pegunungan – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan keluarga di delapan kabupaten yang berada di provinsi tersebut.
Kepala DP2KB Papua Pegunungan Isak Yikwa mengatakan pembangunan ketahanan keluarga membutuhkan dukungan dari berbagai unsur agar pelaksanaannya dapat berjalan secara optimal.
“Untuk mewujudkannya dibutuhkan keterlibatan lintas sektor, seperti organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, kelompok masyarakat, serta berbagai mitra pembangunan lainnya dalam mendukung program pembangunan ketahanan keluarga,” katanya dilansir Antara, Minggu (20/9/2026).
Menurut Isak, kerja sama antarpihak diperlukan untuk memperluas jangkauan program sekaligus memastikan kegiatan yang dijalankan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat di masing-masing wilayah.
“Kita membutuhkan kerja sama, komitmen dan semangat gotong royong untuk memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan penguatan kapasitas masyarakat tidak cukup dilakukan melalui pelatihan atau kegiatan sesaat. Setelah kegiatan peningkatan kapasitas, diperlukan pembinaan serta pendampingan secara berkelanjutan agar kelompok yang dibentuk dapat berkembang dan menjalankan program secara mandiri.
“Monitoring dan evaluasi juga diperlukan untuk melihat perkembangan kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK) termasuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi serta mencari solusi yang sesuai dengan kondisi masyarakat,” katanya.
Isak menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung visi dan misi Gubernur Papua Pegunungan, terutama dalam memastikan program pembangunan pemerintah memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Peningkatan kapasitas mitra dan organisasi kemasyarakatan merupakan bagian penting dalam memastikan program pemerintah dapat diterima dan dilaksanakan secara baik di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat dapat terus diperkuat sehingga program ketahanan keluarga tidak hanya berjalan di tingkat pemerintah, tetapi juga tumbuh menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat Papua Pegunungan.






