Papua Pegunungan – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengajak masyarakat di delapan kabupaten untuk bersama-sama memulihkan kawasan hutan yang mengalami kerusakan melalui kegiatan penanaman pohon. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor.
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mengatakan penghijauan perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
“Masyarakat harus kembali menanam pohon di kawasan hutan yang telah dibabat atau gundul, sehingga kelestarian alam dapat kembali terjaga dan mencegah terjadinya bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor,” katanya dikutip Antara, Minggu (20/9/2026).
Menurut John, pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten tidak dapat menjalankan program pemulihan hutan seorang diri. Dukungan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kehutanan RI, diperlukan agar upaya penghijauan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.
“Kami butuhkan dukungan nyata, baik anggaran maupun kebijakan untuk dapat menanam kembali kawasan hutan yang gundul di wilayah Papua Pegunungan supaya dapat kembali hijau dan menjadi sumber oksigen bagi makhluk hidup,” ujarnya.
Ia menjelaskan kondisi kawasan hutan di Papua Pegunungan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan wilayah pesisir. Perbedaan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kondisi iklim yang lebih dingin sehingga pertumbuhan pohon berukuran besar tidak sebanyak di kawasan pesisir dengan suhu yang lebih panas.
“Kami di wilayah Papua Pegunungan pohon-pohon besar itu jarang sekali, karena dipengaruhi dengan cuaca yang dingin, maka pohon besar jarang dapat berkembang. Maka, dukungan pemerintah pusat sangat penting untuk program penghijauan di daerah ini,” katanya.
John juga menyampaikan bahwa masyarakat Papua Pegunungan secara turun-temurun memiliki nilai budaya yang mengajarkan penghormatan terhadap alam. Karena itu, menjaga kawasan hutan dinilai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.
“Hutan adalah mama, karena di dalamnya tersimpan sumber kehidupan bagi masyarakat Papua, baik pesisir maupun pegunungan, sehingga kawasan ini perlu mendapatkan perlindungan yang baik,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemerintah pusat dapat terus diperkuat sehingga kawasan hutan yang mengalami kerusakan dapat dipulihkan dan fungsi ekologisnya tetap terjaga bagi generasi mendatang.






