Merauke – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, menilai keberadaan guru kontrak memberikan kontribusi penting dalam mendukung kelancaran proses pendidikan di daerah tersebut.
Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Disdik Kabupaten Tolikara Wainus Kogoya mengatakan dari total 395 guru SMP di wilayahnya, sekitar 200 orang di antaranya merupakan tenaga guru kontrak.
“Kehadiran guru-guru kontrak sangat membantu proses belajar mengajar atau PBM di Kabupaten Tolikara, khususnya SMP, sehingga aktivitas pembelajaran dapat berjalan secara optimal,” katanya di Wamena, dilansir dari Antara, Senin (28/9/2026).
Menurut Wainus, hasil evaluasi yang dilakukan selama tahun lalu hingga tahun ini menunjukkan guru kontrak cenderung lebih konsisten berada di sekolah dibandingkan sebagian guru yang berstatus aparatur sipil negara (ASN).
“Kami bersyukur memiliki tenaga guru kontrak khususnya di SMP karena mereka jarang meninggalkan tempat tugas, berbeda dengan guru-guru ASN, mereka terkadang tidak berada di tempat tugas dalam waktu tertentu,” ujarnya.
Ia menjelaskan pemerintah daerah mengalokasikan dana otonomi khusus (Otsus) untuk mendukung pembiayaan tenaga guru kontrak setiap tahunnya.
“Kalau tidak salah tahun ini anggaran untuk membiayai guru kontrak khusus di bidang kami SMP kurang lebih Rp1 miliar,” katanya.
Wainus menambahkan Kabupaten Tolikara saat ini memiliki sekitar 27 unit SMP yang tersebar di 46 distrik, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah perkampungan dan pedesaan.
Ia mengatakan kegiatan pelayanan pendidikan pada jenjang SMP sejauh ini tetap berjalan dengan baik. Kondisi tersebut didukung pengawasan yang dilakukan Bidang SMP Disdik Tolikara secara berkelanjutan.
“Pelayanan pendidikan khususnya di tingkat SMP sejauh ini berjalan baik karena pengawasan yang dilakukan oleh kami Bidang SMP Disdik Tolikara berjalan sesuai apa yang diharapkan,” pungkasnya.






