Merauke – Pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Jayapura mengalami peningkatan hingga mencapai Rp103 miliar. Capaian tersebut meningkat dibandingkan pendapatan rumah sakit pada tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp60 miliar sampai Rp80 miliar per tahun.
Plt Direktur RSUD Jayapura, dr. Andreas Pekey, mengatakan peningkatan pendapatan tersebut tercatat dalam dua tahun anggaran selama masa kepemimpinan Gubernur Papua.
“Dalam satu tahun kepemimpinan Pak Gubernur yang mencakup dua tahun anggaran, kita berhasil meningkatkan pendapatan dari Rp80 miliar tembus ke Rp103 miliar. Tahun ini pun kita targetkan pendapatan BLUD tetap bisa tembus di angka Rp100 miliar,” kata Andreas dikutip, Rabu (30/9/2026).
Pendapatan Dikembalikan untuk Pelayanan
Andreas menegaskan, peningkatan pendapatan BLUD bukan ditujukan untuk mengejar keuntungan semata. Dana yang berhasil dihimpun kembali dialokasikan untuk menunjang operasional rumah sakit dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pemanfaatan anggaran tersebut mencakup pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu, pembayaran jasa pelayanan, penyediaan obat-obatan, rehabilitasi fasilitas gedung, hingga pemeliharaan dan perbaikan peralatan medis.
“Uang yang kita dapatkan digunakan kembali untuk kepentingan rakyat. Kita perbaiki alat yang kurang, gratiskan pasien yang tidak mampu, dan penuhi operasional pelayanan,” jelasnya.
Untuk mengimbangi kebutuhan operasional, manajemen RSUD Jayapura memasang target peningkatan pendapatan BLUD hingga Rp150 miliar setiap tahun.
Andreas menyebut kebutuhan rutin rumah sakit berada pada angka sekitar Rp150 miliar. Sementara untuk tahun berjalan, pendapatan BLUD diperkirakan mencapai Rp100 miliar, ditambah dukungan dana Otonomi Khusus (Otsus) sekitar Rp25 miliar.
Jika kedua sumber tersebut digabungkan, total dukungan anggaran diperkirakan mencapai Rp125 miliar. Jumlah itu masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan operasional ideal RSUD Jayapura.
“Jika dihitung dari kebutuhan normal kami yang sebesar Rp150 miliar, secara riil masih ada defisit sekitar Rp30 miliar. Hal ini yang kadang memicu penyesuaian di lapangan karena ada sisa kewajiban atau utang yang harus dijaga keberlangsungannya,” tutur Andreas.
Target Pendapatan Terus Ditingkatkan
Di tengah upaya penyesuaian dan efisiensi anggaran setelah pemekaran daerah, RSUD Jayapura tetap berupaya mengoptimalkan sumber pendapatan sekaligus memperluas cakupan layanan kesehatan.
Manajemen rumah sakit menargetkan pendapatan BLUD tidak berhenti pada angka Rp150 miliar, tetapi dapat terus ditingkatkan untuk mendukung keberlangsungan operasional dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.











