Merauke – Langkah terobosan dalam mendorong kemandirian ekonomi warga lokal terus digencarkan Polresta Sorong Kota melalui inovasi Program Tokok Sagu. Salah satu aksi nyatanya diwujudkan lewat pengembangan instalasi kebun hidroponik yang melibatkan langsung masyarakat Suku Kokoda di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan mengungkapkan bahwa program ini tidak sekadar memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga dirancang untuk membuka keran wirausaha mandiri bagi warga setempat.
“Kebun hidroponik ini kita harapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kokoda. Yang paling penting, masyarakat dapat mandiri dan bangkit melalui usaha yang dikelola bersama,” katanya di Sorong, dilansir dari Antara, Minggu (4/10/2026).
Amry berpesan agar warga telaten merawat kebun tersebut hingga masa panen tiba, sekaligus menyelipkan imbauan penting terkait masa depan generasi muda.
“Kalau sudah panen, tolong informasikan kepada kami. Saya ingin datang bersama-sama masyarakat untuk melaksanakan panen perdana di kebun hidroponik ini,” ujar Amry.
“Saya juga berharap anak-anak kita tetap sekolah. Pendidikan penting untuk masa depan mereka,” kata Amry.
Program ini disambut antusias oleh para pemuda dan tokoh masyarakat. Ketua Karang Taruna Kebun Hidroponik Steven Arwakom mengapresiasi edukasi teknis yang diberikan, mulai dari perakitan pipa instalasi hingga perawatan tanaman, bahkan menyebut pasar penampung hasil panen sudah siap menampung.
“Kurang lebih satu bulan ke depan sudah bisa panen,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kokoda Esau Gogoba serta warga setempat, Husen. Bantuan bibit sayuran seperti selada dan pakcoy dipandang sebagai angin segar yang tidak hanya menciptakan peluang kerja baru, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lingkungan warga Kokoda secara berkelanjutan.






