Merauke – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi meluncurkan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Papua guna mempercepat dan memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Direktur Penyediaan dan Penyaluran BGN Wilayah II Nurjaeni menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam pemerataan gizi anak bangsa.
“Untuk Provinsi Papua ada 13 SPPG yang resmi diluncurkan hari ini dan sebanyak 10 berada di wilayah 3T dan tiga lainnya di wilayah non-3T,” ujarnya dikutip dari Antara, Senin (5/10/2025).
Di balik peluncuran ini, Nurjaeni tidak menampik adanya kendala operasional hingga persoalan hukum pada beberapa titik persiapan sebelumnya. Secara total, target pembangunan mencakup 36 SPPG di kawasan Papua Raya.
“Memang ada sejumlah SPPG yang sebelumnya telah dipersiapkan namun mengalami keterlambatan operasional akibat berbagai kendala, termasuk persoalan hukum sehingga hal tersebut terus dilakukan perbaikan,” katanya.
“Dan ke depan kami juga terus memperketat pengawasan terhadap kelayakan SPPG sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program, terutama setelah terjadi sejumlah kasus keracunan makanan,” sambungnya.
Dia mengatakan, imbas dari evaluasi kelayakan dan insiden keselamatan pangan tersebut, langkah tegas langsung diambil pihak BGN di lapangan.
“Sementara SPPG yang mengalami kejadian menonjol atau insiden serius akan ditutup sementara untuk dilakukan perbaikan dan baru dapat kembali beroperasi setelah dinyatakan layak oleh dinas kesehatan,” katanya.
Langkah percepatan ini diawali dengan peresmian salah satu unit SPPG percontohan di Kabupaten Jayapura pada Jumat (2/10/2026) sebagai wujud kolaborasi BGN bersama Pemprov Papua dan instansi terkait.











