Merauke – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Jayapura memperluas pemahaman mahasiswa mengenai perizinan berusaha melalui program Go To Kampus 2026.
Program tersebut digelar di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER), Kabupaten Jayapura, sebagai bagian dari upaya mengenalkan dunia usaha, investasi, dan pelayanan publik kepada generasi muda.
Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya menguasai bidang akademik, tetapi juga memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan dunia usaha.
“Mahasiswa adalah generasi yang akan menjadi pelaku pembangunan di masa depan. Karena itu, sejak dari kampus mereka perlu mengenal bagaimana membangun usaha yang legal, bagaimana mendapatkan nomor induk berusaha (NIB) melalui online single submission (OSS), memahami peluang investasi, serta berani menciptakan inovasi dan lapangan kerja,” katanya di Jayapura, dilansir dari Antara, Selasa (6/10/2026).
Menurut Gustaf, Go To Kampus tidak hanya dirancang sebagai kegiatan penyampaian informasi. Program tersebut juga diarahkan menjadi sarana edukasi, pendampingan, serta membangun kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Melalui kegiatan itu, mahasiswa diperkenalkan dengan sejumlah materi, seperti sistem OSS, NIB, legalitas usaha, kewirausahaan, UMKM, ekonomi kreatif, investasi, inovasi digital, pelayanan publik, hingga peluang kerja sama dengan dunia usaha.
“Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong mahasiswa agar mulai melihat peluang usaha sejak berada di bangku kuliah,” ujarnya.
Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Gustaf mengatakan DPM-PTSP Kabupaten Jayapura ingin mahasiswa tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Mereka juga diharapkan mampu mengembangkan usaha dan menciptakan kesempatan kerja.
“Kalau ada mahasiswa yang sudah memiliki usaha, kami ingin membantu mereka memahami aspek legalitas dan perizinannya. Kalau belum memiliki usaha, kami ingin membuka wawasan mereka tentang peluang usaha dan investasi yang ada di Kabupaten Jayapura,” katanya.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan bekal praktis kepada mahasiswa sehingga mereka lebih memahami proses legalisasi usaha sekaligus mampu melihat potensi kewirausahaan dan investasi yang tersedia di Kabupaten Jayapura.












