Kegiatan melalui Program Tumbuhkan Inspirasi dalam Festival Literasi Papua tersebut menyasar mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Jayapura. Festival ini tidak hanya mendorong kebiasaan membaca, tetapi juga memperluas wawasan peserta dalam menghadapi perkembangan ekonomi dan digital.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Warsono mengatakan kegiatan Tifa dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa sebagai peserta utama.
“Pada Rabu (7/10/2026) kami mengelar Tifa dengan menyasar mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Jayapura,” katanya dilansir Antara, Sabtu (10/10/2026).
Warsono menjelaskan, derasnya arus informasi membuat kemampuan memverifikasi informasi, mengatur keuangan, dan melakukan transaksi digital dengan aman semakin diperlukan.
“Oleh sebab itu generasi muda yang memiliki kemampuan literasi menjadi modal penting dalam membangun Papua yang maju dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Menurut dia, pemahaman tentang ekonomi dan keuangan dapat membantu generasi muda mengambil keputusan secara lebih bijak. Hal ini mencakup pengelolaan keuangan pribadi hingga penggunaan layanan pembayaran digital secara bertanggung jawab.
Hadirkan Penulis dan Praktisi Literasi
Dalam Tifa 2026, BI Papua menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif, mulai dari bedah buku Anak Rantau bersama penulis Ahmad Fuadi, program Bank Indonesia Mengajar, hingga literacy talks.
Sesi diskusi literasi tersebut menghadirkan kreator konten bidang keuangan dan karier Samuel Ray serta dosen sekaligus influencer Tom Reumy.
“Di kegiatan Tifa 2026 kami juga menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif, antara lain bedah buku anak Rantau bersama penulis Ahmad Fuadi, program Bank Indonesia mengajar, serta literacy talks bersama kreator konten keuangan dan karier Samuel Ray serta dosen sekaligus influencer Tom Reumy,”katanya lagi.
Selain mengikuti sesi edukasi, peserta dapat mengunjungi stan perpustakaan BI, layanan edukasi sistem pembayaran, serta pengelolaan uang Rupiah. Melalui stan tersebut, peserta memperoleh informasi tentang ciri-ciri keaslian uang, perkembangan pembayaran digital, dan koleksi bacaan yang dapat memperkaya pengetahuan.
“Melalui kegiatan tersebut, kami berharap generasi muda menjadikan membaca sebagai kebiasaan sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap berbagai aspek literasi yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Tifa 2026, BI Papua berharap budaya membaca semakin berkembang dan generasi muda memiliki bekal literasi ekonomi, keuangan, serta digital untuk menghadapi kebutuhan kehidupan sehari-hari.











