by

Pemprov Papua Susun Ranperdasus untuk Lindungi Cenderawasih dan Jaga Budaya Lokal

Merauke – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Ranperdasus) untuk memperkuat perlindungan burung Cenderawasih sekaligus mengatur pemanfaatannya dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Papua.

Penyusunan regulasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keberadaan Cenderawasih sebagai satwa yang memiliki nilai ekologis sekaligus menjadi bagian dari identitas masyarakat Papua.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Papua, Yaconias Maitindom, mengatakan Cenderawasih masih menghadapi berbagai ancaman, termasuk perburuan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

“Cenderawasih saat ini berada dalam tekanan. Masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa Cenderawasih merupakan bagian dari jati diri kita,” ujar Yaconias dikutip dari suarapemerintah, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menyusun Ranperdasus. Aturan yang disiapkan diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian satwa tersebut tanpa mengabaikan nilai sosial dan budaya yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat.

Yaconias menjelaskan, pengaturan penggunaan replika Cenderawasih menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Replika dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengekspresikan seni dan identitas budaya tanpa harus bergantung pada burung asli.

“Kita perlu mengatur penggunaan replika, terutama untuk ekspresi seni agar masyarakat tetap dapat menunjukkan identitas dan penghormatan terhadap Cenderawasih,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan replika Cenderawasih juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat apabila diarahkan sebagai bagian dari kegiatan seni dan budaya.

Melalui penyusunan Ranperdasus tersebut, Pemprov Papua berharap dapat merumuskan kebijakan yang menyeimbangkan kepentingan pelestarian lingkungan, keberlanjutan tradisi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Cenderawasih adalah bagian dari identitas Papua. Karena itu, kita perlu menjaganya bersama agar tetap hidup di alam dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkasnya.