by

RI-Papua Nugini Bahas Rencana Penerbangan Langsung ke Jayapura

Merauke – Pemerintah Indonesia dan Papua Nugini menjajaki penguatan konektivitas antarwilayah, termasuk rencana pembukaan penerbangan langsung dari Papua Nugini menuju Jayapura, Papua. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi, sosial, dan budaya di kawasan perbatasan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, Okto Dorinus Manik, menyampaikan hal tersebut setelah bertemu Gubernur Papua Matius D. Fakhiri di Jayapura pada Kamis (8/10/2026).

“Pada Kamis (8/10/2026) telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua Matius D Fakhiri di mana dalam pertemuan tersebut membahas banyak potensi yang bisa dikembangkan antara Papua Nugini dengan Indonesia khususnya dalam pengembangan ekonomi, sosial, dan budaya ke depan. Dalam hal ini, konektivitas darat, laut, dan udara menjadi aspek utama yang harus kita kuatkan,” kata Okto di Jayapura, dilansir dari Antara, senin (12/10/2026).

Okto menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan kunjungan silaturahmi pertamanya kepada Gubernur Papua setelah lima bulan menjalankan tugas sebagai Duta Besar RI di Port Moresby.

“Posisi geografis Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kerja sama bilateral, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan,” katanya.

Menurut Okto, penguatan konektivitas tidak hanya diarahkan pada transportasi udara. Pemerintah juga merencanakan pengoperasian bus perintis serta pembukaan sejumlah rute perintisan baru melalui jalur darat di kawasan perbatasan.

Selain itu, konektivitas laut disiapkan untuk memperlancar distribusi logistik dan perdagangan. Rencana tersebut mencakup penghubungan Jayapura secara langsung dengan sejumlah kota pelabuhan strategis di Papua Nugini.

“Sementara itu, konektivitas laut disiapkan untuk memperlancar arus logistik dan perdagangan dengan menghubungkan Jayapura secara langsung dengan sejumlah kota pelabuhan strategis di Papua Nugini,” pungkasnya.

Pihaknya berharap pertemuan dengan Gubernur Papua dapat menjadi awal penguatan hubungan diplomatik sekaligus mempercepat pelaksanaan kerja sama konkret antara Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Papua Nugini.

“Peningkatan konektivitas antarkedua wilayah dapat membuka peluang pengembangan potensi ekonomi, sosial, dan budaya serta mempermudah interaksi masyarakat di kawasan perbatasan,” katanya.

Dengan pengembangan jalur transportasi darat, laut, dan udara, kerja sama kedua wilayah diharapkan semakin berkembang, terutama dalam mendukung aktivitas masyarakat dan perdagangan lintas batas.