Merauke – Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk mengutamakan bahan pangan hasil produksi petani setempat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah tersebut dinilai tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan bahan pangan untuk program MBG, tetapi juga dapat membuka pasar bagi hasil pertanian sekaligus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
Emanuel mengatakan Badan Gizi Nasional (BGN) di Timika dapat membangun koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk mendorong SPPG memanfaatkan produk pertanian yang tersedia di Mimika.
“Kami sifatnya hanya mengimbau kepada SPPG, kami tidak mempunyai kewenangan untuk mengintervensi, namun kami hanya mendorong teman-teman SPPG tolong membantu membeli pangan lokal dengan bekerjasama dengan dinas dinas terkait untuk pemanfaatan pangan lokal,” ujarnya.
Menurut dia, pemanfaatan hasil pertanian lokal perlu dilakukan selama komoditas yang dibutuhkan tersedia di Mimika. Selain membantu keberlangsungan program MBG, kebijakan tersebut juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani.
“Kalau ada ketersediaan pangan lokal di sini kenapa kita harus beli dari luar. Kami akan mencoba untuk melihat , kalau SPPG belum ambil pangan lokal nanti kami akan menyurat untuk pangan lokal ini dimanfaatkan,” kata Emanuel yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Mimika.
20 SPPG Beroperasi di Mimika
Emanuel menyampaikan pelaksanaan program MBG di Mimika hingga kini masih berjalan normal dan belum terdapat kendala berarti dalam pelayanan.
“Untuk perkembangan terbaru belum ada tentang pelayanan MBG di Mimika. Kalau ada perkembangan dan informasi terbaru pasti dari BGN Perwakilan Papua akan melaporkan kepada kami,” ujarnya.
Saat ini terdapat 20 SPPG atau dapur MBG yang beroperasi di Mimika. Fasilitas tersebut tersebar di Distrik Mimika Baru, Kuala Kencana, Wania, dan Mimika Timur.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Mimika, sebanyak 10 dari 20 SPPG tersebut telah membeli bahan pangan dari petani lokal untuk kebutuhan pelaksanaan MBG.
Sejumlah komoditas yang diserap antara lain petatas, keladi, daun singkong, pakis, daun dan bunga pepaya, cabai, hingga tomat.
Namun, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Mimika saat ini masih terbatas di wilayah perkotaan. Program tersebut belum menjangkau kawasan pesisir dan pegunungan Mimika sejak pertama kali diluncurkan di daerah itu pada Juli 2025.






