Merauke – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, terus mendorong pengembangan komoditas kopi di wilayahnya. Program tersebut diarahkan ke 328 kampung serta empat kelurahan dengan tujuan membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat.
Bupati Jayawijaya Atenius Murip menilai kopi merupakan salah satu komoditas yang memiliki prospek ekonomi. Oleh sebab itu, budidaya kopi diharapkan tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga dikembangkan secara berkesinambungan.
“Ratusan bibit tanaman kopi disiapkan untuk ditanam di kawasan Taganek dengan harapan ke depan masyarakat bisa menjaga, merawat dan memanen sehingga dapat membantu ekonomi keluarga. Kami juga harap tanaman kopi dapat dikembangkan di kampung lainnya di Jayawijaya,” katanya dilansir dari Antara, Kamis (1/10/2026).
Ia menjelaskan, karakteristik wilayah Jayawijaya dianggap mendukung pertumbuhan tanaman kopi. Potensi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah mengajak masyarakat menjadikan sektor perkebunan kopi sebagai bagian dari upaya membangun sumber pendapatan untuk jangka panjang.
“Kami pemerintah daerah mendorong masyarakat membudidayakan tanaman kopi sebagai investasi di masa depan. Kopi dari Jayawijaya sangat diminati oleh masyarakat di luar maka tanaman ini harus dijaga dan dirawat secara baik,” ujarnya.
Menurut Atenius, kopi yang dihasilkan petani lokal mempunyai karakter rasa tersendiri. Keunikan tersebut dinilai menjadi salah satu modal untuk memperluas pasar kopi asal Jayawijaya ke berbagai daerah.
“Kami ingin ke depan tanaman kopi tidak hanya sampai diproses panen dan dijual di pasar lokal, tetapi dapat dikemas, diolah secara baik sehingga dijual dalam kemasan-kemasan sehingga menambah nilai ekonominya,” katanya.
Pengembangan kopi, lanjut Atenius, tidak dapat dilakukan pemerintah daerah seorang diri. Diperlukan keterlibatan sejumlah pihak, termasuk Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jayawijaya yang berperan dalam membantu pengemasan serta pemasaran produk yang dihasilkan pelaku UMKM.
“Pemerintah daerah harus bekerja sama dengan pihak lain salah satunya Dekranasda dalam memperkenalkan kopi Jayawijaya dalam kemasan yang baik sehingga menarik orang untuk membelinya. Dan kami juga berharap dukungan langsung dari Kementerian UMKM RI supaya produk-produk kopi Jayawijaya dapat dipasarkan di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.






