Merauke – Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menilai penanaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga menjadi tempat pertama dalam membentuk karakter dan perilaku anak sebelum mereka memasuki dunia pendidikan.
“Pendidikan itu bukan saja dimulai dari sekolah, tetapi juga dilakukan di lingkungan rumah atau rumah tangga masing-masing,” katanya seusai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, dilansir dari Antara, Kamis (1/10/2026).
Aryoko menjelaskan, keluarga berperan penting dalam membentuk kebiasaan anak. Nilai yang ditanamkan di rumah akan menjadi bekal ketika anak mulai berinteraksi di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Kemudian pada dunia pendidikan mengenai Pancasila juga diberikan dalam lingkungan sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan oleh sebab itu pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga dimulai dari keluarga,” kata Aryoko.
Ia mengatakan, pembentukan perilaku tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di kelas. Nilai-nilai Pancasila perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi kebiasaan yang terbawa hingga anak tumbuh dewasa.
“Untuk itu nilai-nilai Pancasila seperti persatuan, kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama perlu dikenalkan melalui kehidupan sehari-hari sehingga tidak berhenti pada pembelajaran secara teori,” tandasnya.
Aryoko menambahkan, pengamalan nilai tersebut diharapkan terus melekat dalam kehidupan masyarakat. Ia mengajak seluruh warga Papua menjaga persatuan, kedamaian, ketenteraman, serta keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), dimulai dari keluarga.
“Maka secara tidak langsung kondisi yang harmonis akan mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat secara baik dan merata” katanya.






