Merauke – Papua Tengah meningkatkan jumlah fasilitas pengobatan, dukungan, dan perawatan HIV menjadi 49 lokasi pada 2025 untuk memperluas akses layanan bagi orang dengan HIV (ODHIV). Langkah ini menjadi penting di tengah kenaikan temuan kasus baru, sementara jumlah ODHIV yang telah mendapatkan terapi ARV masih perlu ditingkatkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Agus, mengatakan perluasan layanan dilakukan untuk memudahkan masyarakat mengakses pemeriksaan dan pengobatan HIV.
“Untuk layanan PDP sejak tahun 2025 sudah ada 49 fasilitas kesehatan. Ini terus kami kembangkan agar masyarakat yang membutuhkan pengobatan HIV lebih mudah mengakses layanan,” katanya di Nabire, dikutip dari Antara, Minggu (11/10/2026).
Secara keseluruhan, Papua Tengah memiliki 142 fasilitas kesehatan yang meliputi 14 rumah sakit, 124 puskesmas, dan empat klinik. Dari total tersebut, sebanyak 78 fasilitas menyediakan layanan tes HIV, 63 fasilitas menangani infeksi menular seksual (IMS), serta 15 fasilitas memberikan layanan pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA).
Kabupaten Mimika dan Nabire menjadi wilayah dengan jumlah layanan PDP terbanyak, masing-masing didukung 16 fasilitas kesehatan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemeriksaan sekaligus memastikan ODHIV memperoleh perawatan yang dibutuhkan.
Agus menjelaskan, penambahan fasilitas layanan diperlukan seiring masih ditemukannya kasus HIV baru di Papua Tengah. Sepanjang 2025, tercatat 1.909 kasus baru, meningkat dibandingkan 1.591 kasus pada 2024 dan 1.300 kasus pada 2023.
Sementara itu, secara kumulatif sejak 1998 hingga 2025, jumlah kasus HIV/AIDS yang pernah ditemukan di Papua Tengah mencapai 24.777 kasus.
Perluasan layanan PDP diharapkan turut mempercepat akses ODHIV terhadap pengobatan antiretroviral (ARV). Selain itu, ketersediaan layanan berperan dalam mendukung pemantauan kondisi kesehatan pasien dan menjaga keberlanjutan pengobatan.
Meski demikian, data Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa cakupan pengobatan masih perlu ditingkatkan. Hingga 2025, sebanyak 3.582 ODHIV telah menerima terapi ARV dari total 17.940 ODHIV yang masih hidup dan mengetahui status HIV mereka berdasarkan data kumulatif.












