by

Menkop Ferry Juliantono Dorong Kopi Wamena Tembus Pasar Global Lewat Koperasi

Merauke – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong pengembangan kopi Papua Pegunungan melalui penguatan koperasi, peningkatan kualitas produk, dan perluasan akses pemasaran. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah kopi daerah, khususnya dari Kabupaten Jayawijaya, agar mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

“Kualitas biji kopi di Papua Pegunungan secara umum sangat luar biasa dan membutuhkan sentuhan khusus sehingga kita perlu meningkatkannya dalam sistem pemasaran yang baik,” katanya dalam keterangan tertulis di Wamena, dilansir dari Antara, Senin (26/10/2026).

Ferry mengatakan, Papua Pegunungan memiliki beragam produk unggulan yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain kopi, produk tersebut mencakup makanan, minuman, pakaian, dan kerajinan yang perlu dikelola secara lebih terorganisasi agar memiliki nilai tambah dan jangkauan pasar yang lebih luas.

Menurut dia, koperasi dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi usaha sekaligus memperkuat pemasaran produk lokal.

“Koperasi merupakan alat perjuangan ekonomi masyarakat Indonesia, termasuk di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Melalui koperasi, berbagai potensi daerah dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk meningkatkan pemasaran produk seperti kopi,” ujarnya.

Ferry menjelaskan, pemerintah daerah perlu memfasilitasi pembentukan koperasi sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan masyarakat. Dengan pengelompokan berdasarkan sektor usaha, Kementerian Koperasi dapat memberikan pendampingan yang lebih tepat sasaran.

“Kami berharap para pelaku usaha di sini dapat membentuk koperasi sesuai bidang usahanya sehingga Kementerian Koperasi bisa terlibat dalam pendampingan, kurasi kualitas produk, pelatihan, hingga fasilitasi pembiayaan,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, koperasi kopi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, telah memperlihatkan perkembangan positif. Keberadaan koperasi tersebut dinilai berpotensi menjadi sarana untuk mengoptimalkan pengelolaan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Ferry berharap koperasi kopi di Papua dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat strategi pemasaran, sehingga kopi Wamena memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen di dalam dan luar negeri.

“Kami berharap koperasi kopi Papua dapat mengelola potensi kopi Wamena secara optimal, baik dari sisi peningkatan kualitas maupun pemasaran, sehingga produknya mampu menembus pasar domestik dan internasional,” ujarnya.

Selain sektor kopi, Ferry mendorong Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memfasilitasi pembentukan koperasi yang bergerak di bidang batik, pakaian, produk kulit, dan fesyen. Pengembangan koperasi di berbagai sektor tersebut diharapkan dapat memperluas peluang usaha serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Ia menambahkan, Kementerian Koperasi memiliki akses terhadap lembaga pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.

“Kami akan memastikan koperasi-koperasi di Papua Pegunungan, khususnya Jayawijaya, mendapatkan pendampingan agar tumbuh dan berkembang sehingga mampu meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.

News Feed